PALEMBANG — Program pembangunan infrastruktur pemerintah kembali menuai sorotan tajam di tengah masyarakat. Kali ini, proyek pengerjaan gorong-gorong di Jalan Letnan Hadin, Kota Palembang, dikeluhkan warga setempat lantaran kondisi badan jalan justru dinilai rusak dan menyulitkan akses pascapengerjaan selesai.
Alih-alih menikmati hasil pembangunan yang memperlancar lingkungan, warga dan pengendara yang melintas justru dihadapkan pada kondisi jalan yang tidak rata. Adanya peninggian permukaan jalan akibat gundukan material sisa finishing membuat mobilitas harian masyarakat menjadi terganggu dan membutuhkan ekstra kehati-hatian.
Tokoh masyarakat Jalan Letnan Hadin, Febuar Rahman, SH, mengungkapkan kekecewaannya mewakili warga sekitar. Menurutnya, masyarakat senantiasa mendukung langkah pemerintah dalam memperbaiki fasilitas umum, namun hal tersebut tidak boleh mengabaikan kenyamanan serta keselamatan warga yang mengandalkan jalan tersebut setiap hari.
> "Pembangunan tentu kita dukung. Tetapi jangan sampai setelah proyek selesai, masyarakat justru kesulitan lewat. Kalau pekerjaan sudah selesai, tentunya yang diharapkan masyarakat adalah jalan kembali nyaman dan aman dilalui, jangan malah ada gundukan yang membuat kendaraan sulit melintas," tegas Febuar, Selasa (29/9).
>
Ia juga menyoroti kinerja instansi terkait—yang diduga berada di bawah lingkup PU PDSA Kota Palembang—agar tidak sekadar berpatokan pada laporan di atas kertas bahwa proyek telah rampung secara fisik. Febuar mendesak pihak berwenang untuk meninjau langsung dampak nyata yang dirasakan warga di lapangan.
"Kami berharap pihak terkait turun langsung melihat kondisi jalan. Jangan hanya melihat laporan bahwa pekerjaan sudah selesai. Lihat juga bagaimana masyarakat sekarang menggunakan jalan tersebut," tambahnya.
Warga berharap agar ada langkah evaluasi dan perbaikan cepat dari pihak pelaksana maupun instansi terkait. Tujuannya agar fungsi gorong-gorong bisa berjalan optimal tanpa harus mengorbankan keamanan serta kelancaran akses transportasi publik di Jalan Letnan Hadin.
Editor : Indra










0 Post a Comment:
Posting Komentar