HEADLINE
Memuat berita terbaru...

Memuat berita terbaru...

Ukuran Huruf:

Senin, 31 Agustus 2026

Beras Premium di Palembang Langka dan Harganya Meroket, Ternyata Ini Penyebab Utamanya!


PALEMBANG, 31 Agustus 2026 — Warga Kota Palembang dalam beberapa hari terakhir dikeluhkan dengan sulitnya mendapatkan beras premium di pasaran. Selain keberadaannya yang mulai langka di toko sembako hingga minimarket, harga beras jenis tersebut juga melonjak tajam akibat menipisnya stok di tingkat distributor.

Darmawan, salah seorang warga Palembang, mengaku harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya. "Biasa saya beli Rp150 ribu per karung ukuran 10 kg, tapi sekarang sudah mencapai Rp154 ribu. Itu pun berasnya varian platinum, bukan ultima yang biasa saya beli," ungkapnya, Minggu (30/8/2026).

Kondisi ini dibenarkan oleh Yudi, tenaga pemasaran beras di Palembang. Ia menyebut penurunan pasokan dari pusat membuat distributor tak mampu memenuhi permintaan pedagang secara normal.

"Kalau pihak toko minta 50 karung, paling kami hanya sanggup menyuplai 5 karung saja karena stoknya memang sangat sedikit," jelas Yudi.

Lantas, apa yang menjadi penyebab utama kelangkaan ini? Yudi membeberkan bahwa gelombang kemarau panjang yang melanda sejumlah daerah penghasil menjadi pemicu utama. Banyak lahan sawah mengalami gagal panen sehingga volume produksi beras merosot tajam. Di sisi lain, tingkat permintaan di masyarakat tetap tinggi, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dinas Perdagangan sebut Isu Nasional, Stok Bulog Dipastikan Aman

Menanggapi gejolak pasar ini, Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Palembang, Ak Juliansyah, menegaskan bahwa fenomena kelangkaan beras premium bukan hanya terjadi di Palembang, melainkan sudah menjadi isu nasional.

Ia menerangkan bahwa keterbatasan pasokan dan penyesuaian harga beras premium turut dipengaruhi oleh faktor kenaikan harga gabah di tingkat petani serta melonjaknya biaya kemasan plastik.

"Jika dikatakan harga beras naik, yang naik itu khusus beras premium. Sementara untuk stok beras Bulog di pasaran kami pastikan aman," kata Ak Juliansyah.

Untuk mengantisipasi dampak lonjakan harga beras premium terhadap daya beli masyarakat, Pemerintah Kota Palembang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bulog terus menggencarkan intervensi pasar.

"Kami rutin menggelar operasi pasar melalui program pasar murah di tingkat kecamatan dan kelurahan setiap bulan agar kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi dengan harga terjangkau," pungkasnya.

Editor : Indra 

Share:

Polres OKU Selatan Perkuat Pencegahan Karhutla Lewat MPA Zona II


Oku Selatan — Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K., menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pesan itu disampaikan saat memimpin Sosialisasi Masyarakat Peduli Api (MPA) Zona II di Kabupaten OKU Selatan, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Desa Padang Lay, Kecamatan Kisam Tinggi, pukul 09.30 hingga 11.30 WIB tersebut memperkuat kesiapsiagaan, deteksi dini, serta partisipasi masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla.

Sosialisasi MPA Zona II mencakup tiga wilayah polsek dan lima kecamatan, yakni Buay Runjung, Runjung Agung, Muaradua Kisam, Kisam Ilir, dan Kisam Tinggi. Sekitar 500 peserta dari unsur Masyarakat Peduli Api mengikuti kegiatan bersama unsur TNI, Pemda, dan instansi terkait.

Kapolres hadir bersama Kalaksa BPBD Kabupaten OKU Selatan Indra Gunawan yang mewakili Bupati OKU Selatan, perwakilan Koramil 09/Muaradua Kisam Serka Adi Putra, Kabag Ops Polres OKU Selatan AKP Isya Ansyori, S.H., Kasat Intelkam AKP Muhammad Soleh, S.E., perwakilan Disdamkarmat Rolan Prajatama, S.E., M.M., serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Marlis Abadi.

Para kapolsek dan camat di wilayah Zona II, kepala desa dari lima kecamatan, babinsa, serta unsur MPA juga mengikuti kegiatan tersebut.

Rangkaian kegiatan meliputi paparan dari instansi terkait, diskusi dan tanya jawab, serta pembacaan Ikrar Masyarakat Peduli Api. Ikrar tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.


Dalam arahannya, AKBP I Made Redi Hartana menegaskan bahwa pencegahan dan penanggulangan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, upaya tersebut bukan hanya menjadi tugas pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Kapolres menempatkan MPA sebagai mitra strategis dalam deteksi dini dan penanganan awal ketika masyarakat menemukan titik api. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan yang rawan karhutla dengan mengedepankan prinsip kerja DEKAT, yakni Dedikasi, Etika, Kolaborasi, Aksi, dan Terpercaya. Semangat tersebut diperkuat dengan semboyan, "Di Dalam Kita Kuat, Di Luar Kita Hebat".

Penguatan MPA hingga tingkat masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Kolaborasi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat juga memperkuat kemampuan deteksi serta respons awal terhadap potensi kebakaran.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi atas langkah proaktif Polres OKU Selatan dalam mengoptimalkan pencegahan karhutla melalui sinergi bersama masyarakat dan instansi terkait.

"Polri terus mengedepankan langkah preemtif dan preventif hingga tingkat desa melalui pembentukan serta penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA). Keberadaan MPA sangat krusial dalam membantu deteksi dini serta memberikan edukasi kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Komitmen jajaran Polda Sumsel jelas: kita perkuat kolaborasi lintas sektoral demi menjaga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan mencegah terjadinya karhutla secara berkelanjutan di wilayah Sumatera Selatan," tegas Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

Editor : Indra 

Share:

Wakapolda Sumsel Perkuat Penyidikan untuk Optimalkan Penegakan Hukum Karhutla


PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat kemampuan penyidikan untuk mengoptimalkan penegakan hukum terhadap tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Senin sore (31/8/2026). Penguatan dilakukan di tingkat Direktorat Reserse Kriminal Khusus maupun Polres jajaran.

Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., bersama Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol. Doni Satrya Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si. Jajaran Polres Musi Banyuasin mengikuti pengarahan secara daring.

Pengarahan menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan proses penegakan hukum Karhutla yang dilakukan Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel dan penyidik Tipidter Polres jajaran. Wakapolda menekankan peningkatan kesiapan dan kualitas penanganan perkara, terutama di tengah meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Wakapolda, penegakan hukum merupakan salah satu instrumen penting dalam pencegahan Karhutla. Proses hukum tidak hanya bertujuan memberikan sanksi kepada pelaku, tetapi juga menciptakan efek jera agar praktik pembakaran hutan dan lahan tidak berulang.

Karena itu, penyidik diminta bergerak cepat sejak awal kejadian. Wakapolda mengingatkan penyidik agar tidak menunggu api benar-benar padam untuk memulai langkah penyelidikan dan penyidikan.

Saat kebakaran masih berlangsung, penyidik sudah dapat melakukan pengamatan, mendokumentasikan kondisi awal, mencari saksi, serta mengumpulkan data dan petunjuk tanpa mengganggu proses pemadaman. Pengamanan TKP juga menjadi perhatian agar barang bukti maupun petunjuk penting tidak rusak atau hilang.

Salah satu kemampuan yang ditekankan ialah menemukan titik asal api. Penyidik harus menelusuri pola rambatan api, arah angin, kondisi lahan, serta mencocokkannya dengan keterangan saksi untuk menentukan apakah peristiwa terjadi karena kelalaian atau terdapat unsur kesengajaan.

Pemeriksaan juga harus dilakukan secara menyeluruh terhadap pemilik lahan, pemilik lahan yang berbatasan langsung, orang yang pertama mengetahui kebakaran, hingga pihak lain yang mengetahui kondisi lokasi sebelum kejadian. Kepala desa juga perlu dimintai keterangan terkait kepemilikan lahan, kondisi wilayah, dan langkah pencegahan Karhutla yang telah dilakukan.

Wakapolda meminta penyidik tidak serta-merta menerima alibi pihak yang diperiksa. Setiap keterangan harus diuji dengan fakta objektif di lapangan, termasuk melalui analisis arah angin, pola rambatan api, serta temuan fisik di TKP.

“Konstruksi pasal harus mengikuti fakta dan alat bukti, bukan sebaliknya,” menjadi salah satu penekanan Wakapolda kepada penyidik. Setiap unsur tindak pidana harus dibuktikan berdasarkan fakta dan alat bukti yang relevan agar konstruksi perkara dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Penguatan pembuktian juga tidak hanya bertumpu pada keterangan saksi. Penyidik diarahkan memanfaatkan keterangan ahli, surat, barang bukti hingga bukti elektronik, seperti rekaman CCTV, video dari telepon genggam maupun data digital lainnya yang berkaitan dengan perkara. Bukti elektronik tersebut harus diperoleh dan dikelola sesuai prosedur agar memiliki kekuatan pembuktian.

Wakapolda juga menekankan bahwa kualitas penyidikan bukan ditentukan oleh tebalnya berkas perkara, melainkan kekuatan dan keterkaitan alat bukti dalam membuktikan setiap unsur pidana.

“Berkas perkara tidak perlu tebal, tetapi harus berisi alat bukti yang berkualitas dan substansial,” tegasnya.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol. Doni Satrya Sembiring menekankan pentingnya kemampuan analisis penyidik dalam menangani kebakaran yang terjadi di areal perkebunan maupun korporasi. Penyidik harus mampu membaca pola kejadian serta menguji secara ilmiah berbagai keterangan mengenai sumber dan rambatan api.

Dalam perkara yang melibatkan perusahaan, penyidik juga perlu mendalami dokumen perizinan, SOP sistem pengendalian Karhutla, kesiapan personel, anggaran, serta sarana dan prasarana pencegahan kebakaran. Jika diperlukan, pemeriksaan dapat diperkuat melalui keterlibatan ahli dan Laboratorium Forensik.

Penanganan perkara korporasi juga diarahkan untuk mengurai hubungan antara kebijakan perusahaan, keputusan manajemen, tindakan di lapangan, serta pihak yang bertanggung jawab. Dokumen perusahaan, keputusan penggunaan anggaran maupun bukti elektronik dapat menjadi bagian penting dalam membangun konstruksi perkara.

Wakapolda selanjutnya menginstruksikan jajaran fungsi Reserse Kriminal meningkatkan kesiapsiagaan dan menyiapkan tim yang dapat difokuskan dalam penanganan perkara Karhutla. Koordinasi antara Ditreskrimsus Polda Sumsel dan Polres jajaran juga diperkuat agar penanganan perkara berjalan cepat, terarah dan profesional.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan peningkatan kemampuan penyidikan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polda Sumsel dalam memastikan setiap dugaan tindak pidana Karhutla ditangani secara profesional dan berbasis pembuktian.

“Upaya pencegahan dan pemadaman terus berjalan. Namun ketika ditemukan adanya dugaan tindak pidana, penegakan hukum juga harus dilakukan secara maksimal. Penyidik harus mampu membaca fakta di lapangan, mengamankan alat bukti dan membangun konstruksi perkara yang kuat sehingga dapat dipertanggungjawabkan dalam proses hukum,” ujarnya.

Melalui penguatan penyidikan tersebut, Polda Sumsel menangani Karhutla secara menyeluruh, mulai dari pencegahan dan penanggulangan hingga penegakan hukum yang profesional, terukur dan berbasis bukti. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus mencegah terulangnya praktik pembakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.

Editor : Indra 

Share:

Peringatan HUT ke-65 Pramuka Sumsel di SMKN 6 Palembang : Wagub Cik Ujang Sematkan Lencana Penghargaan dan Tegaskan Peran Pramuka Menuju Indonesia Emas 2045

 

PALEMBANG — Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Cik Ujang, S.H., selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka yang digelar oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumsel di Aula SMK Negeri 6 Palembang, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel Drs. H. Riza Pahlevi, M.M., Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa, para bupati dan wali kota se-Sumsel, jajaran pengurus Kwarda, para pembina, serta anggota Pramuka golongan Penggalang, Penegak, dan Pandega.

Dalam sambutannya, Cik Ujang mengajak generasi muda, khususnya anggota Pramuka, untuk aktif mendukung program swasembada pangan sebagai langkah strategis mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Di kesempatan yang baik ini, saya mengajak seluruh generasi muda dari berbagai elemen, terutama anggota Pramuka, untuk mendukung program swasembada pangan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Cik Ujang.

Ia menilai Gerakan Pramuka memegang peranan penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan keterampilan generasi muda. Oleh karena itu, Cik Ujang mendorong sinergi pemerintah daerah di seluruh kabupaten dan kota untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan kepramukaan.

“Saya mengajak semua elemen pemerintah di masing-masing daerah kota dan kabupaten untuk terus mendukung program kegiatan kepramukaan sesuai dengan kondisi daerahnya,” lanjutnya.

Pada rangkaian acara tersebut, Cik Ujang secara simbolis menyematkan penganugerahan tanda penghargaan berupa Lencana Melati, Lencana Darma Bakti, dan Lencana Pancawarsa kepada sejumlah pembina Pramuka atas pengabdian serta kontribusi aktif mereka.

Suasana peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka ini berlangsung semarak dengan penampilan paduan suara dari SMA Negeri 6 Palembang serta aksi marching band dari SMK Negeri 6 Palembang.

Melalui momentum ini, Gerakan Pramuka di Sumatera Selatan diharapkan semakin solid dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, disiplin, mandiri, dan terampil, sekaligus berkontribusi nyata pada pembangunan daerah dan ketahanan pangan nasional.

Editor : Indra 

Share:

Minggu, 30 Agustus 2026

Polda Sumsel melalui Polres OKU Perkuat Program Indonesia Asri dengan Perbaikan Jalan Berlubang


OKU — Polda Sumatera Selatan melalui Polres Ogan Komering Ulu (OKU) memperkuat dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri melalui Program Belida dengan menggelar gotong royong memperbaiki jalan berlubang di Jalan Poros Desa Batumarta II atau Jalan Jenderal Soeharto, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten OKU, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian jajaran kepolisian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekaligus mendorong penyelesaian persoalan lingkungan yang langsung dirasakan warga. Personel kepolisian bersama masyarakat turun langsung melakukan perbaikan pada sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan personel Sat Binmas Polres OKU bersama Polsek Lubuk Raja, termasuk Kapolsek, para kanit, personel Polsek Lubuk Raja, Bhabinkamtibmas Desa Batumarta II, serta masyarakat setempat.

Gotong royong dilakukan karena kondisi jalan berlubang berpotensi mengganggu kelancaran aktivitas warga dan meningkatkan risiko bagi pengguna jalan. Perbaikan secara bersama-sama diharapkan dapat membuat akses masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Kegiatan tersebut juga menunjukkan pendekatan kepolisian yang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi turut membangun kepedulian sosial melalui kehadiran personel di tengah masyarakat.

Melalui Program Belida, Polres OKU mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan memperbaiki lingkungan sekitar. Semangat tersebut sejalan dengan Gerakan Indonesia Asri yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan serta kolaborasi dalam menciptakan ruang kehidupan masyarakat yang lebih baik.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan, kegiatan yang dilakukan jajaran Polres OKU merupakan bentuk kehadiran Polri yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga bagaimana personel dapat peka terhadap kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Gotong royong seperti ini sekaligus memperkuat kebersamaan antara polisi dan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H.

Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat perlu terus diperkuat karena berbagai persoalan di lingkungan dapat ditangani secara lebih efektif melalui kepedulian dan semangat kebersamaan.

“Kami terus mendorong jajaran untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga, serta memberikan kontribusi nyata sesuai kondisi di lapangan. Upaya tersebut merupakan bagian dari pelayanan Polri sekaligus penguatan kemitraan dengan masyarakat,” katanya.

Dari sisi manfaat, perbaikan jalan tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat Desa Batumarta II, meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, serta mendorong kesadaran bersama untuk menjaga fasilitas dan lingkungan yang digunakan masyarakat.

Polda Sumsel melalui jajaran kewilayahannya akan terus mendorong kegiatan yang memperkuat sinergi kepolisian dan masyarakat. Kehadiran personel di lapangan diharapkan tidak hanya memperkuat stabilitas kamtibmas, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

Melalui semangat gotong royong dalam Program Belida, Polres OKU menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat dapat dibangun melalui kolaborasi. Langkah tersebut sekaligus memperkuat implementasi semangat Polri Presisi yang menempatkan pelayanan dan kemanfaatan bagi masyarakat sebagai bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian.

Editor : Indra 

Share:

Tingkatkan Kapasitas dan Kepemimpinan Strategis ASN, Kasat Pol PP Kota Palembang Dr. Herison Hadiri Penutupan PKN Tingkat II Angkatan V 2026

 


PALEMBANG — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Palembang, Dr. Herison, S.IP., S.H., M.H., didampingi oleh seluruh Kepala Bidang (Kabid), menghadiri upacara Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan V Tahun 2026. Acara resmi tersebut digelar oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sumatera Selatan sebagai puncak dari seluruh rangkaian diklat kepemimpinan strategis bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kegiatan ini diselenggarakan untuk mencetak pimpinan-pimpinan aparatur yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Rangkaian upacara penutupan berlangsung khidmat dengan agenda utama meliputi:

  • Laporan Pelaksanaan Kegiatan oleh perwira/komandan upacara.
  • Prosesi Penyematan Tanda Kelulusan dan Medali kepada para peserta pelatihan.
  • Penyerahan Sertifikat Kelulusan serta piagam penghargaan.
  • Sesi Foto Bersama antara jajaran pejabat pimpinan, tamu undangan, dan seluruh peserta.


Kehadiran Dr. Herison, S.IP., S.H., M.H. beserta jajaran pimpinan Satpol PP Kota Palembang dalam acara ini merupakan wujud komitmen penuh dalam mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan birokrasi. Melalui keikutsertaan dan dukungan terhadap program diklat kepemimpinan ini, diharapkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Palembang, khususnya di bidang ketertiban umum dan penegakan peraturan daerah, dapat terus ditingkatkan secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Editor : Indra 

Share:

Rapat Darurat hingga Malam di Hambalang! Prabowo Kumpulkan Panglima TNI dan Menhan, Ada Apa?


BOGOR, 30 AGUSTUS 2026 — Di tengah meningkatnya intensitas bencana alam di sejumlah daerah, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendadak menggelar rapat tertutup bersama pimpinan tertinggi militer di kediamannya, Hambalang, Jawa Barat. Pertemuan marathon yang berlangsung dari Sabtu sore hingga larut malam (29/8/2026) tersebut menghadirkan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, beserta seluruh Kepala Staf Angkatan.

Pertemuan penting ini memicu perhatian publik setelah momennya diunggah oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet pada Minggu (30/8/2026).

Lantas, ada agenda besar apa di balik pemanggilan para jenderal militer ke Hambalang kali ini?

Teddy mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo turun tangan langsung untuk mengawal dua agenda krusial: perbaikan akses prajurit militer bagi masyarakat adat pedalaman serta respons cepat negara terhadap deretan bencana alam nasional.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI," terang Teddy. Kebijakan ini menjadi angin segar sekaligus prioritas Presiden agar pemuda-pemuda di pelosok Kalimantan dapat lebih mudah mengabdi mempertahankan kedaulatan NKRI.

Tidak hanya reformasi perekrutan, rapat maraton hingga malam tersebut secara intensif membedah strategi penanggulangan pascabencana di tanah air yang membutuhkan keterlibatan aktif prajurit TNI di lapangan.

"Penanganan beberapa bencana antara lain pascagempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, serta penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia khususnya Kalimantan dan Sumatra," lanjut Teddy.

Langkah cepat Presiden memanggil Menhan dan Panglima TNI ini menegaskan instruksi tegas Kepala Negara: TNI harus bergerak cepat, berada di garda terdepan penanganan bencana, dan memastikan bantuan serta pemulihan pascabencana bagi masyarakat terdampak berjalan tanpa hambatan.

Editor : Indra 

Share:

Tindak Lanjut Video Viral Limbah SPPG, Polsek Seberang Ulu II Palembang Lakukan Sidak Lapangan


PALEMBANG, 29 AGUSTUS 2026 – Merespons keluhan warga serta video viral terkait dugaan pencemaran limbah, jajaran Polsek Seberang Ulu II Palembang bersama instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Tanggo Takat, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, pada Sabtu (29/8/2026).

Peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Seberang Ulu II, Kompol Dedi Rahmad Hidayat, guna memastikan kondisi riil instalasi pembuangan limbah serta mendengarkan penjelasan dari pihak pengelola SPPG.

Klarifikasi Pihak Pengelola dan Hasil Pemeriksaan

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas meninjau sistem pengolahan limbah milik SPPG untuk memastikan kelayakannya. Abdul Aziz, selaku Penanggung Jawab SPPG, menjelaskan bahwa pengolahan limbah di fasilitasnya telah mengacu pada standar operasional (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar.

"Limbah kami dikelola sesuai SOP BGN dan menggunakan IPAL berstandar. Pembuangan tidak langsung dialirkan ke saluran umum, melainkan melalui proses tiga tahapan penyaringan terlebih dahulu," tegas Abdul Aziz di lokasi.

Sementara itu, Kapolsek Seberang Ulu II Kompol Dedi Rahmad Hidayat menyampaikan bahwa pemeriksaan juga dilakukan pada drainase atau got besar di sekitar lokasi yang dilaporkan warga. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa saluran tersebut merupakan muara penampungan limbah bersama dari warga setempat.

"Kami mengecek lokasi saluran yang dilaporkan. Saluran besar tersebut memang menjadi jalur pembuangan limbah bagi lingkungan pemukiman masyarakat sekitar," ujar Kompol Dedi Rahmad Hidayat.

Tanggapan Tokoh Masyarakat

Tokoh masyarakat setempat, Datuk Ramli Sutanagara, menyambut positif keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, ia mengingatkan pihak penyelenggara agar tidak mengabaikan kenyamanan lingkungan dan segera membenahi fasilitas penunjang yang masih kurang optimal.

"Pada dasarnya masyarakat mendukung program ini, tetapi pengelolaannya jangan asal-asalan. Apa yang menjadi keluhan warga sebaiknya dituruti dan diperbaiki. Mumpung masyarakat masih meminta perbaikan, jangan sampai timbul penolakan warga di kemudian hari," ungkap Datuk Ramli.

Polsek Seberang Ulu II mengimbau seluruh pihak pengelola usaha dan fasilitas pelayanan umum di wilayahnya untuk terus menjaga kelestarian lingkungan dan memperhatikan pengelolaan limbah secara berkala demi kenyamanan bersama.

Editor : Indra

Share:

Tutup Rangkaian Kunker di Sumsel, Danrem 044/Gapo Antar Keberangkatan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak


PALEMBANG, 28 Agustus 2026 – Komandan Cermai (Danrem) 044/Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Khabib Mahfud mengantar langsung keberangkatan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Jumat (28/8/2026). Processi pelepasan ini sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian agenda kunjungan kerja (kunker) Kasad di wilayah Sumatera Selatan.

Kehadiran Danrem 044/Gapo beserta jajaran dalam prosesi tersebut merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan tertinggi TNI Angkatan Darat atas suksesnya pelaksanaan rangkaian tugas di wilayah Sumsel. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak mewarnai detik-detik sebelum perjalanan dilanjutkan.

Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud memastikan seluruh prosesi dan pengamanan rangkaian kegiatan pelepasan di Bandara SMB II Palembang berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.


Dalam keterangannya, Brigjen TNI Khabib Mahfud menyampaikan bahwa kehadiran Kasad di Sumatera Selatan membawa dampak positif yang besar bagi jajaran satuan di daerah. Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi, koordinasi, serta soliditas prajurit TNI AD, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok dan program strategis TNI AD di daerah.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kunjungan kerja Bapak Kasad di wilayah Sumatera Selatan berjalan dengan aman dan lancar. Kami mengucapkan selamat jalan dan semoga perjalanan selanjutnya diberikan kelancaran,” ujar Danrem.

Lebih lanjut, Danrem menegaskan komitmen penuh Korem 044/Gapo untuk terus mengawal dan melaksanakannya kebijakan serta program prioritas pimpinan TNI AD. Korem 044/Gapo juga siap terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan stabilitas wilayah dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat.

Editor : Indra 

Share:

Operasi Aman Nusa II Padamkan Karhutla Seluas 1 Hektare di Tol Palem Raya


OGAN ILIR — Tim gabungan Operasi Aman Nusa II Posko Indralaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas lebih kurang 1 hektare di kawasan Palem Raya Tol Km 17, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Pemadaman dimulai sekitar pukul 19.40 WIB di titik koordinat -3,1920300, 104,6904755. Petugas berhasil memadamkan seluruh api pada pukul 21.00 WIB, sementara sumber api belum diketahui secara pasti.

Penanganan dipimpin Padal Karhutla Aman Nusa II Polsek Indralaya Posko Indralaya, AIPTU Fitriadi. Sebanyak 6 personel Polri BKO, 5 personel Polres Ogan Ilir, dan 11 personel PT HK terlibat dalam pemadaman.

Petugas menghadapi kendala karena titik api berada di dalam area kebun sawit yang telah mengering. Struktur tanah gambut juga menyulitkan pergerakan personel serta proses pemadaman dari dalam lokasi.


Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim menggunakan mesin Armored Water Cannon (AWC) milik Polres Ogan Ilir. Upaya tersebut membantu petugas menjangkau dan memadamkan api hingga kondisi di lokasi dinyatakan padam.

Dir Samapta Polda Sumsel, KOMBES POL. RIDWAN, S.I.K., selaku KA Opsda Operasi Aman Nusa II, terus memantau kesiapan dan pergerakan personel di lapangan guna memastikan langkah mitigasi karhutla berjalan efektif, cepat, dan terukur di wilayah rawan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan KOMBES POL NANDANG MU’MIN WIJAYA, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman karhutla. Kepolisian bersama instansi terkait akan terus bersiaga mengantisipasi potensi titik api.

Polda Sumatera Selatan mengimbau masyarakat dan pihak korporasi meningkatkan kewaspadaan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan kepada posko atau aparat terdekat apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.

Editor : Indra 

Share:

Sabtu, 29 Agustus 2026

Menko Airlangga Bantah Isu Ekonomi Lesu: Pertumbuhan Semester I-2026 Mencapai 5,45%, Tertinggi dalam 13 Tahun Terakhir

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membantah keras anggapan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini sedang mengalami kelesuan. Ia menegaskan bahwa ekonomi nasional tetap tumbuh solid, ditandai dengan capaian pertumbuhan sebesar 5,45% pada Semester I-2026. Angka tersebut menjadi salah satu rekor pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

"Perekonomian kita sampai dengan semester I masih tumbuh 5,45 persen, dan artinya itu adalah salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Jadi ekonominya tinggi," ujar Menko Airlangga.

Indikator Penguat Ketahanan Ekonomi

Kekuatan dan ketahanan ekonomi nasional didukung oleh sejumlah indikator utama di berbagai sektor:

  • Peningkatan Penjualan Kendaraan Listrik: Penjualan kendaraan listrik (EV) dan hybrid mengalami lonjakan hingga 80% dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Kepercayaan Konsumen Stabil: Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) konsisten berada di atas 100, yang menunjukkan optimisme publik terhadap kondisi ekonomi.
  • Geliat Ekonomi Digital: Aktivitas jual-beli melalui platform video commerce menembus angka 2,6 miliar transaksi.
  • Dominasi Industri Ritel Nasional: Optimisme pelaku ritel menandakan konsumsi masyarakat yang positif. Dari sekitar 800 merek yang beredar di pasar domestik, sebanyak 500 merek di antaranya merupakan milik perusahaan nasional.

Dukungan Pemerintah terhadap Daya Beli Masyarakat

Untuk memastikan kesinambungan pertumbuhan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat, pemerintah terus menjalankan berbagai program strategis, antara lain:

  1. Bantuan Pangan: Penyaluran bantuan beras sebesar 10 kg yang ditujukan bagi masyarakat kelompok desil 1 hingga 4.
  2. Insentif Perpajakan: Pemberian insentif Pajak Penghasilan (PPh) Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi pekerja tertentu dengan kriteria gaji hingga Rp10 juta per bulan.

Melalui kombinasi indikator makro yang kuat, aktivitas konsumsi yang terjaga, serta dukungan program perlindungan sosial dan insentif, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia akan terus melaju secara positif.

Penulis : Indra 

Share:

PERGESERAN PETA EKONOMI ASEAN: Vietnam Susul Singapura dan Malaysia Jadi Negara Maju, Indonesia Berpotensi Makin Tertinggal

 


JAKARTA — Laju pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara mengalami dinamika yang makin kontras. Vietnam kini berada di jalur cepat (fast track) untuk menyusul keberhasilan Singapura dan Malaysia sebagai negara maju di kawasan. Kecepatan akselerasi ekonomi dan komitmen reformasi yang agresif dari Negeri Paman Ho ini memicu keprihatinan bahwa Indonesia berisiko makin jauh tertinggal jika tidak segera merombak strategi pembangunannya.

Laporan terbaru dari berbagai lembaga keuangan internasional menunjukkan bahwa lonjakan pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita Vietnam didorong oleh transformasi industri manufaktur bernilai tinggi, integrasi total ke dalam rantai pasok global, serta arus investasi asing langsung (FDI) yang terus melesat.

Indikator Pertumbuhan dan Ketimpangan Performa

Data komparatif menunjukkan ketimpangan yang signifikan dalam efisiensi ekspor dan ketahanan investasi antara Vietnam dan negara-negara tetangganya:

 * Orientasi Ekspor & Manufaktur: Total nilai ekspor-impor Vietnam kini menembus lebih dari 180% dari total PDB-nya. Vietnam berhasil menjadi pusat perakitan elektronik, semikonduktor, dan teknologi global. Sementara itu, ekspor Indonesia masih sangat bergantung pada komoditas mentah dan produk olahan tingkat dasar dengan rasio ekspor terhadap PDB yang hanya berkisar di angka 21%.

 * Serapan Investasi Asing Direct (FDI): Vietnam mencatatkan realisasi FDI yang menyumbang hingga 75% dari total nilai ekspor nasionalnya. Kepastian hukum, efisiensi birokrasi, dan kepastian tarif menjadi daya tarik utama investor global untuk memindahkan pusat produksi mereka ke Vietnam.

 * Pertumbuhan Produktivitas: Kecepatan pertumbuhan PDB per kapita Vietnam rata-rata berada di atas 6–7% per tahun secara konsisten, melampaui rata-rata pertumbuhan Indonesia yang cenderung stagnan di kisaran 5%.

Posisi Empat Negara Utama Asia Tenggara

 * Singapura: Berada di posisi puncak sebagai negara maju (High Income) yang ditopang oleh pilar jasa keuangan, teknologi tinggi, dan pusat logistik global.

 * Malaysia: Berada di tahap transisi akhir menuju status negara maju (diperkirakan tercapai dalam beberapa tahun ke depan) dengan modal manufaktur canggih dan industri komoditas bernilai tambah.

 * Vietnam: Mengalami akselerasi paling cepat menuju status negara maju. Dengan pilar manufaktur elektronik dan semikonduktor, target Visi 2045 untuk menjadi negara berpendapatan tinggi dinilai sangat realistis dan berjalan sesuai jalur (on track).

 * Indonesia: Masih berjuang keluar dari ancaman jebakan negara berpendapatan menengah (Middle-Income Trap). Penggerak utamanya masih didominasi konsumsi domestik, sementara target Visi 2045 terancam terhambat jika transformasi industri tidak segera dipercepat.

Ancaman Middle-Income Trap Bagi Indonesia

Peta jalan Vietnam menunjukkan determinasi tinggi untuk mencapai status negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045. Sebaliknya, Indonesia menghadapi tantangan berat berupa penurunan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB (deindustrialisasi dini), isu kualitas SDM, serta tingginya biaya logistik dan hambatan birokrasi.

Jika Indonesia tidak segera mengambil langkah ekstrem dalam perbaikan iklim investasi dan reformasi industri, ancaman ditinggalkan oleh Vietnam—menyusul Singapura dan Malaysia—bukan lagi sekadar kiasan, melainkan kenyataan di mana Indonesia hanya berakhir sebagai pasar konsumen di kawasan Asia Tenggara.

Penulis : Indra 

Share:

Peta Belanja RAPBN 2027: Anggaran Badan Gizi Nasional Capai Rp240,2 T, Uji Keseimbangan Antara Pemenuhan Gizi dan Mutu Pendidikan

Pemerintah Dorong Intervensi Nutrisi Sejak Dini; Pengamat Tekankan Pentingnya Efisiensi dan Ketepatan Sasaran.

JAKARTA, 30 AGUSTUS 2026 — Penetapan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp1.504,7 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menandai dinamika baru dalam strategi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Di satu sisi, pemerintah menunjukkan komitmen masif pada intervensi gizi anak. Di sisi lain, porsi anggaran tersebut memicu diskusi publik mengenai dinamika alokasi untuk kementerian pendidikan.

Dalam dokumen RAPBN 2027, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat alokasi terbesar yakni Rp240,2 triliun untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran 72,1 juta penerima manfaat. Sementara itu, sektor pendidikan teknis yang kini terbagi menjadi dua kementerian mencatatkan alokasi sebesar Rp65,17 triliun untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta Rp61,10 triliun untuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

⚖️ Mengurai Dua Perspektif Kebijakan Fiskal 2027

1. Perspektif Pemerintah: Gizi sebagai Fondasi Otak dan Kemampuan Belajar

Pemerintah menegaskan bahwa pengalokasian dana Rp240,2 triliun untuk BGN merupakan bentuk investasi awal SDM yang bersifat mendasar.

  • Mengatasi Stunting & Ketimpangan: Pembagian makan gratis untuk 72,1 juta anak, balita, dan ibu hamil/menyusui ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan dan ketimpangan gizi antarwilayah.
  • Kesiapan Belajar: Asupan gizi yang optimal dinilai sebagai syarat mutlak agar siswa dapat menyerap pelajaran di sekolah secara efektif.
  • Mandat APBN Pendidikan: Secara akumulatif, Anggaran Fungsi Pendidikan nasional tetap dijaga memenuhi mandat UUD 1945 sebesar 20% dari APBN (mencapai ~Rp820,9 triliun), yang sebagian besar disalurkan melalui Transfer ke Daerah (TKD) dan pembiayaan program gizi sekolah.

2. Catatan Analis Policy & Masyarakat: Efisiensi dan Penguatan Sarana Pendidikan

Sejumlah pengamat kebijakan publik dan pendidikan memberikan catatan agar pergeseran postur belanja ini tetap terukur:

  • Pengawasan Tata Kelola MBG: Besarnya alokasi BGN yang mencapai 1,9 kali lipat dari gabungan anggaran operasional dua kementerian pendidikan (Rp126,27 T) menuntut pengawasan ketat agar tidak terjadi kebocoran atau pemborosan anggaran.
  • Keseimbangan Infrastruktur Sekolah: Pemenuhan gizi perlu diimbangi dengan perbaikan fasilitas fisik sekolah yang rusak, peningkatan gaji serta taraf hidup guru, dan ketersediaan alat bantu belajar berbasis digital.
  • Dukungan Riset Tinggi: Ketersediaan dana untuk Kemendiktisaintek diharapkan tetap mampu mendorong inovasi dan riset perguruan tinggi agar tidak tertinggal dalam persaingan global.

💡 Kesimpulan

Postur RAPBN 2027 mencerminkan keberanian pemerintah mengambil jalur baru dalam pembangunan SDM dengan mengedepankan intervensi gizi. Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada transparansi pelaksanaan program BGN di lapangan serta sinergi yang harmonis dengan pembenahan kualitas pendidikan nasional di bawah Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek.

Penulis : Indra 

Share:

FAKTA ATAU HOAX? Bank Dunia Sebut 60% Warga Indonesia Masuk Kategori Miskin, Ternyata Ini Alasan Sebenarnya!


JAKARTA — Publik belakangan ini dihebohkan oleh data terbaru Bank Dunia (World Bank) yang menyebutkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia menembus angka lebih dari 60 persen, atau setara dengan lebih dari 170 juta jiwa. Sontak, klaim ini memicu perdebatan hangat dan kepanikan di tengah masyarakat. Apakah ekonomi Indonesia sedang hancur?

Eits, tunggu dulu! Jangan panik dan jangan mudah terprovokasi. Setelah ditelusuri lebih lanjut, data tersebut memang benar dari Bank Dunia, tetapi narasi yang menyebut Indonesia jatuh miskin secara mendadak adalah salah paham yang mendasar.

Berikut adalah fakta medis dan ekonomis di balik angka mengejutkan tersebut:

1. Indonesia Naik Kelas, Standarnya Ikut Naik

Penyebab utama melonjaknya angka tersebut adalah karena status klasifikasi ekonomi Indonesia yang telah naik menjadi negara berpendapatan menengah ke atas (Upper-Middle Income Country).

Sesuai metodologi global, Bank Dunia menggunakan batas garis kemiskinan yang berbeda untuk setiap kelompok negara:

 * Negara Berpendapatan Rendah: US$ 3,00 PPP/hari (Kemiskinan Ekstrem)

 * Negara Berpendapatan Menengah Bawah: US$ 4,00 PPP/hari

 * Negara Berpendapatan Menengah Atas: US$ 8,30 PPP/hari (sekitar Rp1,51 juta per bulan per orang)

Ketika Bank Dunia mengukur Indonesia menggunakan standar negara menengah atas (US$ 8,30/hari), sekitar 60,3% hingga 64,2% populasi Indonesia berada di bawah garis tersebut. Artinya, standar kelayakan hidup yang diukur menjadi jauh lebih tinggi dari sebelumnya.

2. Bagaimana dengan Data BPS dan Kemiskinan Ekstrem?

Jika diukur menggunakan kriteria kemiskinan ekstrem global (US$ 3,00 PPP/hari), angka kemiskinan ekstrem di Indonesia sebenarnya telah melandai di kisaran 4,04% (sekitar 11,4 juta jiwa).

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengukur berdasarkan kebutuhan pokok lokal mencatat tingkat kemiskinan nasional berada di angka 8,5% hingga 9,0%.

3. Mayoritas Terjebak di Kelompok "Rentan Miskin"

Data Bank Dunia ini sejatinya menjadi peringatan (warning) bagi pemerintah, bukan karena masyarakat Indonesia kelaparan, melainkan karena sebagian besar masyarakat berada di kelompok Rentan Miskin (Vulnerable Group).

Masyarakat dalam kategori ini sudah lepas dari kemiskinan ekstrem, namun daya belinya belum cukup kuat untuk menyamai standar kesejahteraan negara maju. Mereka sangat rentan kembali jatuh miskin jika terjadi gejolak inflasi atau PHK.

KESIMPULAN

Klaim bahwa 60% warga Indonesia miskin bukanlah hoax dari segi angka, melainkan salah tafsir terhadap indikator yang digunakan. Indonesia tidak memiskin secara mendadak, melainkan standar ukurnya yang kini disesuaikan dengan status Indonesia sebagai negara yang makin berkembang.

Pemerintah terus didorong untuk memperkuat jaring pengaman sosial dan membuka lapangan kerja agar kelompok rentan ini bisa naik kelas menuju kelas menengah yang mapan.

Penulis : Indra 

Share:

Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Awal Puasa Ramadan 2027 Versi Muhammadiyah


PALEMBANG — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah merilis penetapan awal bulan Ramadan 1448 Hijriah. Berdasarkan perhitungan yang matang, awal puasa Ramadan tahun 2027 resmi ditetapkan jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.

Dengan penetapan ini, umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, akan mulai menggelar salat Tarawih pertama pada Minggu malam, 7 Februari 2027.

Penetapan awal Ramadan 1448 H tersebut berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sistem ini diterapkan oleh Muhammadiyah untuk menghadirkan Kepastian penanggalan Islam yang berlaku secara global dan teruji presisinya.

Berdasarkan perhitungan KHGT, bulan Ramadan 1448 H akan genap berlangsung selama 29 hari. Dengan demikian, Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1448 H diproyeksikan jatuh pada Selasa, 9 Maret 2027.

Pengumuman yang dikeluarkan jauh-jauh hari ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat luas untuk mempersiapkan perencanaan agenda keagamaan, kegiatan sosial, hingga alokasi waktu libur dan mudik dengan lebih efektif.

Adapun jadwal penetapan awal Ramadan dari pemerintah Indonesia masih menunggu Sidang Isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI pada akhir bulan Syakban 1448 H mendatang.

Penulis : Indra 

Share:

Karhutla Hanguskan 10 Hektare Lahan di Pulau Negara Ogan Ilir


OGAN ILIR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Desa Pulau Negara, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Jumat, 28 Agustus 2026. Kebakaran menghanguskan lahan seluas lebih kurang 10 hektare, sementara sekitar 5 hektare berhasil dipadamkan petugas gabungan.

Personel BKO Ditsamapta Polda Sumsel bersama jajaran Polsek Pemulutan menangani kebakaran dengan dukungan Masyarakat Peduli Api (MPA). Penanganan dilakukan untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.

Berdasarkan laporan dari Posko Pegayut, petugas masih menghadapi kendala medan saat melakukan pemadaman. Salah satu titik api berada di bagian tengah lahan dan tidak memiliki akses jalan sehingga sulit dijangkau.

Petugas terus melakukan pemadaman dan pengendalian api hingga sekitar pukul 01.30 WIB. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah perambatan api ke area lainnya.

Direktur Samapta Polda Sumsel selaku Ka Opsda Aman Nusa II, Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa, S.I.K., mengatakan penanganan karhutla dilakukan dengan mengoptimalkan personel dan sarana prasarana, terutama di lokasi yang memiliki kendala akses.

"Penanganan karhutla terus dilakukan secara terukur di wilayah rawan di Sumatera Selatan. Kendala medan yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri, namun personel gabungan tetap siaga dan mengoptimalkan sarana prasarana untuk mencegah meluasnya area kebakaran serta menjaga keselamatan masyarakat," ujar Kombes Pol. Ridwan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmen kepolisian dalam membantu penanganan karhutla serta memberikan perlindungan kepada masyarakat di wilayah terdampak.

"Kami memastikan penanganan karhutla dilakukan secara maksimal dan personel terus bersiaga untuk mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran," ujarnya.

Polda Sumatera Selatan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Editor : Indra 

Share:

Dukung Transformasi Digital Polri, Polda Sumsel Gelar Pelatihan TOT Paham AI untuk Guru Madrasah


PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat dukungan terhadap transformasi digital di sektor pendidikan melalui Pelatihan Training of Trainer (TOT) Program Paham AI pada Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri untuk Masyarakat TK III Giat 9.1 dan 9.2 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Polda Sumsel, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dibuka secara resmi oleh Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., dan diikuti perwakilan personel Polda Sumsel serta Polres jajaran, tim TOT Paham AI Polda Sumsel, guru-guru madrasah se-Sumatera Selatan, serta unsur Kementerian Agama, Google for Education, dan trainer Websis for Edu.

Sejumlah pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Spesialis Pendidikan Google for Education Azis Resy, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumsel Dr. H. Taupik, S.Pd.I., M.H., Kasubdit Bina Guru dan Tenaga Kependidikan MI dan MTs Direktorat GTK Madrasah Kementerian Agama RI Rini Rizki Rahmayani, S.Si., M.Commun., serta Katim Guru Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumsel H. Almuzakir, S.E., M.Pd.

Pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi Quick Wins Polri dalam mempercepat transformasi digital yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya sektor pendidikan. Penguatan pemahaman mengenai kecerdasan artifisial juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam proses pembelajaran.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Spesialis Pendidikan Google for Education dan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumsel. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penayangan sambutan Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia Ahmad Aditiya, Ph.D., melalui tayangan video, pembukaan oleh Karo SDM Polda Sumsel, foto bersama, pemaparan pengantar kecerdasan artifisial, serta sesi coffee break.

Dalam sambutannya, Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman teknologi bagi tenaga pendidik di tengah perkembangan kecerdasan artifisial yang semakin pesat.


“Pelatihan Paham AI ini menjadi bagian dari upaya Polri mendukung percepatan transformasi digital yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para guru madrasah agar dapat memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bijak dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran,” ujar Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo.

Guru-guru madrasah menjadi kelompok sasaran utama dalam pelatihan tersebut. Melalui program TOT, peserta diharapkan memperoleh peningkatan kapasitas dalam memahami dan memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kolaborasi antara Polri, Google for Education, dan Kementerian Agama juga memperluas ruang sinergi lintas sektor dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi. Program tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi Polda Sumsel dalam menghadirkan manfaat Quick Wins Polri secara langsung kepada masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pelatihan TOT Paham AI merupakan bagian dari komitmen Polda Sumsel menghadirkan transformasi yang berdampak bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui penguatan literasi teknologi dan kecerdasan artifisial bagi tenaga pendidik seperti ini,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

Ia menambahkan bahwa penguatan kompetensi dan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bijak dan bertanggung jawab.

Pelatihan TOT Program Paham AI ini menjadi wujud sinergi Polda Sumatera Selatan, Google for Education, dan Kementerian Agama dalam mendukung Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri untuk Masyarakat. Melalui peningkatan kapasitas guru madrasah, manfaat transformasi digital diharapkan dapat semakin luas dirasakan dalam lingkungan pendidikan di Sumatera Selatan.

Editor : Indra 

Share:

Kapolda Sumsel Peduli Pejuang Nafkah di Jalan, Ojol Dapat Bantuan Sembako


PALEMBANG -  Semangat kepedulian terhadap para pejuang pencari nafkah di jalan kembali diwujudkan melalui kegiatan “Agustus Terang Benderang”, sebuah aksi pemberian bantuan sosial yang digelar sebagai momentum mengenang jasa-jasa pahlawan sekaligus memberikan perhatian kepada para pengemudi ojek online (ojol).

Kegiatan yang melibatkan Kapolda Sumatera Selatan Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum, dan ADO Sumsel tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, bertempat di Sekretariat DPW ADO Sumsel, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.

Bantuan sosial berupa sembako tersebut menjadi simbol kepedulian kepada para pengemudi ojol yang selama ini menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas masyarakat.

Di tengah tuntutan pekerjaan dan risiko yang dihadapi setiap hari, para pengemudi ojol terus bekerja di jalan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Mengenang Mereka yang Gugur Saat Mencari Nafkah.

Momentum kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam. “Agustus Terang Benderang” tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan pembagian bantuan sosial, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berjuang mencari nafkah dan kehilangan nyawa di jalan.

Bagi sebagian keluarga, jalan raya bukan sekadar tempat mencari penghasilan. Jalan menjadi ruang perjuangan sekaligus tempat yang menyimpan risiko.

Para pengemudi ojol setiap hari harus menghadapi kepadatan lalu lintas, perubahan cuaca, jarak tempuh yang panjang, serta berbagai kondisi jalan. Di balik aplikasi dan layanan yang diterima masyarakat, terdapat manusia yang bekerja keras untuk membawa pulang penghasilan bagi keluarganya.

Karena itu, kepedulian kepada pengemudi ojol diharapkan tidak hanya muncul ketika terjadi musibah. Perhatian dan penghargaan terhadap perjuangan mereka juga perlu dibangun melalui solidaritas yang berkelanjutan.

Bantuan Sosial sebagai Wujud Kepedulian.

Pembagian sembako dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada penerima bantuan.

Nilai bantuan bukan semata-mata dilihat dari isi paket sembako yang diberikan, tetapi juga dari pesan kemanusiaan yang menyertainya.

Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi bukti bahwa perjuangan para pencari nafkah di jalan mendapat perhatian.

Semangat gotong royong juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Kepolisian, komunitas pengemudi online, organisasi, serta masyarakat dapat bersama-sama membangun kepedulian terhadap mereka yang setiap hari beraktivitas di jalan.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., mengatakan, bahwa Intinya adalah bagaimana kita membangun kepedulian. Kita ingin momentum bulan kemerdekaan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita yang setiap hari bekerja dan berjuang mencari nafkah di jalan.

“Karena para pengemudi ojol merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Mereka membantu mobilitas masyarakat dan bekerja dengan menghadapi berbagai tantangan serta risiko di jalan. Kita ingin mereka merasakan bahwa perjuangan mereka dihargai dan mereka tidak berjalan sendiri," ujar polisi nomor satu di Sumatera Selatan.

Lebih lanjut, Kapolda Sumatera Selatan Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menyampaikan, Semangat kepahlawanan tidak hanya berbicara tentang masa lalu.

Semangat kepahlawanan juga dapat kita lihat dari orang-orang yang bekerja keras, bertanggung jawab kepada keluarga, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. 

Kita ingin mengenang mereka yang telah gugur sekaligus memberikan penghargaan kepada mereka yang masih terus berjuang.

“Saya berharap kepedulian seperti ini dapat terus tumbuh. Mari kita saling menjaga, saling menghargai dan memberikan ruang yang aman bagi seluruh pengguna jalan. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama," tegas Kapolda Sumatera Selatan Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Sementara itu, Ketua Ado Sumsel, Asrul Indrawan mengatakan, bahwa Ado Sumsel sangat mengapresiasi adanya perhatian dan kepedulian terhadap teman-teman pengemudi ojol.

"Bagi kami, bantuan ini bukan hanya soal sembako, tetapi juga merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan teman-teman yang setiap hari berada di jalan.

“Sangat penting. Teman-teman ojol bekerja dari pagi sampai malam dan banyak yang menjadi tulang punggung keluarga. Ketika ada pihak yang memberikan perhatian, tentu secara moral itu memberikan semangat. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat terus berlanjut.”

“Kami mengajak seluruh rekan-rekan ojol untuk tetap mengutamakan keselamatan, menjaga solidaritas, menaati aturan lalu lintas, dan saling membantu. Kita semua adalah keluarga besar yang sama-sama berjuang di jalan.”

“Bagi kami ini sangat berarti. Kami merasa diperhatikan dan dihargai. Kami bekerja di jalan untuk keluarga, sehingga perhatian seperti ini tentu memberikan semangat.” ungkapnya.

(Yanti)

Share:

Jumat, 28 Agustus 2026

Pemprov Sumsel Raih Penghargaan Literasi Keuangan Terbaik 2026, Kadisdik Sumsel Komitmen Perkuat Budaya Menabung di Sekolah

 


BEKASI – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) sukses menyabet penghargaan sebagai Pemerintah Daerah dengan Program Literasi Keuangan Terbaik Tingkat Provinsi Tahun 2026 pada ajang Financial Literacy Award 2026. Penyerahan penghargaan tersebut bertepatan dengan Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).

Hadir mendampingi Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang dan Anggota DPD RI sekaligus Duta Literasi Provinsi Sumsel Ratu Tenny Leriva, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Ibu Mondiaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian membanggakan tersebut.

Ibu Mondiaboni menegaskan bahwa sektor pendidikan memegang peranan kunci dalam menanamkan pemahaman finansial sejak usia sekolah.

"Literasi keuangan bukan sekadar kemampuan mengelola uang, tetapi bagian penting dari pembentukan karakter generasi muda. Melalui pendidikan finansial sejak dini, kita mempersiapkan peserta didik agar cerdas secara akademik sekaligus bijak, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan keuangan," ungkap Kadisdik Sumsel di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan program inklusi dan literasi keuangan dapat menjangkau seluruh satuan pendidikan di Sumatera Selatan.

"Keberhasilan ini menjadi motivasi besar bagi Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel untuk terus bersinergi dengan pemerintah, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya. Kami ingin memastikan budaya menabung dan pemahaman literasi keuangan terintegrasi dengan baik di lingkungan sekolah sebagai bekal masa depan anak-anak kita," tambahnya.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen untuk terus mendorong inovasi program edukasi keuangan di sekolah-sekolah demi mencetak generasi penerus Sumsel yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing.

Penulis : Indra 

Share:

Kapolda Sumsel Dianugerahi Penghargaan Penjaga Keamanan dan Ketahanan Energi di Bumi Sriwijaya


JAKARTA, — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menerima penghargaan detikSumatera Awards 2026 dalam kategori Penjaga Keamanan dan Ketahanan Energi di Bumi Sriwijaya, Jumat (28/8/2026) malam.

Penghargaan dalam Anugerah Figur Akselerator Kemajuan tersebut diterima langsung Kapolda Sumsel pada acara yang digelar di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta. Trofi penghargaan diserahkan Pemimpin Redaksi detikcom Ardhi Suryadhi.

Penghargaan itu menjadi apresiasi terhadap kiprah Polda Sumsel dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mendukung ketahanan energi di Sumatera Selatan melalui pengamanan, kolaborasi lintas sektor, serta berbagai program yang melibatkan masyarakat.

Kapolda Sumsel menyampaikan apresiasi kepada detik.com dan seluruh pihak yang memberikan penghargaan tersebut kepada Polda Sumatera Selatan.

“Suatu kehormatan dan kebanggaan bahwa Polda Sumatera Selatan bisa ikut memberikan kiprah dalam rangka ketahanan energi di Sumatera Selatan, khususnya melaksanakan program Bapak Presiden untuk swasembada energi, meningkatkan lifting minyak yang ada di Sumatera Selatan, dengan mengoptimalkan seluruh potensi sumur minyak rakyat yang ada di Sumatera Selatan,” ujar Irjen Pol. Sandi Nugroho.

Menurut Kapolda, upaya tersebut diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.

“Mudah-mudahan ini bisa membawa kemanfaatan bagi masyarakat Sumatera Selatan, bisa meningkatkan perekonomian, kesejahteraan, serta menjadikan pemerintah dan masyarakat semakin solid dan semakin kuat untuk bisa melaksanakan pembangunan-pembangunan lainnya, sehingga Sumatera Selatan menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Di sisi lain, Polda Sumsel terus memperkuat pemeliharaan Kamtibmas melalui pendekatan kepolisian yang humanis dan berbasis kemitraan masyarakat. Sejumlah program yang dijalankan antara lain SAROMA (Sambang Ronda Malam), SULING (Subuh Keliling), Jumat Curhat dan Kedai DEKAT, serta penguatan sistem pengamanan swakarsa melalui Satkamling.


Kemitraan dengan masyarakat juga dikembangkan melalui keterlibatan komunitas ojek online sebagai mitra strategis kepolisian. Melalui Kedai ADO Presisi, Kedai Kamtibmas hingga gerakan Nyago Bumi Sriwijaya, komunitas ojol dirangkul untuk ikut menjaga keamanan, keselamatan berlalu lintas, serta memberikan informasi cepat terkait potensi gangguan Kamtibmas di lapangan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat kolaborasi yang terus digaungkan Kapolda Sumsel. Menurutnya, keamanan tidak dapat dibangun kepolisian sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kita tidak membutuhkan seorang pahlawan tunggal Superman seperti yang ada di televisi, melainkan membutuhkan sebuah Super Team yang dibangun dari seluruh komponen yang ada. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, sehingga hanya melalui kolaborasi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat kita mampu menciptakan situasi yang aman,” tegas Kapolda.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Polda Sumsel untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat dukungan terhadap program strategis pemerintah.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Polda Sumsel untuk terus menjaga Kamtibmas yang kondusif, memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan stakeholder, serta mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan energi agar manfaatnya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat,” ujarnya.

detikSumatera Awards 2026 digagas oleh detikSumut dan detikSumbagsel sebagai regional detikcom di Pulau Sumatera. Ajang tersebut memberikan apresiasi kepada tokoh, institusi pemerintah, BUMD hingga korporasi yang dinilai memiliki kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan Sumatera melalui sejumlah kategori penghargaan.

Penghargaan Penjaga Keamanan dan Ketahanan Energi di Bumi Sriwijaya menjadi dorongan bagi Polda Sumsel untuk terus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Dengan stabilitas Kamtibmas yang terjaga serta pengelolaan potensi energi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, Polda Sumsel terus berkontribusi mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, maju dan sejahtera.

Editor : Indraputra

Share:

POP UP ADS

Arsip Blog