HEADLINE
Memuat berita terbaru...

Memuat berita terbaru...

Ukuran Huruf:

Sabtu, 22 Agustus 2026

Muhammadiyah Kembali Utus Tim Nakesnya ke Daerah Dampak Gempa Bumi NTT, Kirim 9 Tenaga Medis termasuk 1 Dokter

NAGEKEO, NTT — Muhammadiyah kembali bergerak cepat merespons dampak bencana alam dengan menerjunkan tim kesehatan tambahan guna memberikan pelayanan medis bagi warga terdampak gempa bumi di Aesesa, Mbay, Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aksi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi antara Klinik Utama Muhammadiyah Ende dan Klinik Universitas Muhammadiyah Maumere. Sebanyak 9 personel dikerahkan ke lokasi terdampak, yang terdiri dari:

 * 1 Dokter

 * 1 Fisioterapis

 * 3 Perawat

 * 2 Bidan

 * 2 Personel Bidang Data dan Informasi

Selain memberikan layanan kesehatan langsung, tim medis ini bertugas melakukan pemantauan kondisi kesehatan warga yang saat ini masih bertahan di titik-titik pengungsian.

Respon Cepat Pasca-Permintaan Bantuan yang Viral

Langkah sigap Muhammadiyah ini merupakan keberlanjutan dari aksi tanggap darurat sebelumnya. Pada Senin (18/8/2026), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melalui Tim Kesehatan Muhammadiyah telah menerjunkan 1 dokter dan 2 perawat ke Puskesmas Dampek, Kabupaten Manggarai Timur.

Pengiriman tim awal tersebut dilakukan usai permohonan bantuan dari dr. Melinda viral di media sosial, yang menyoroti terbatasnya tenaga kesehatan di tengah membeludaknya pasien pascagempa. Di bawah koordinasi Direktur Klinik Utama Muhammadiyah Ende, dr. Ibrahim Sengaji, Muhammadiyah dengan cepat merespons kebutuhan mendesak tersebut.

Mbay Menjadi Salah Satu Wilayah Terdampak Parah

Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Mbay merupakan salah satu daerah yang mengalami guncangan dan dampak terparah. Gempa bumi yang dipicu oleh aktivitas Flores Back-Arc Thrust (Sesar Busur Belakang Flores) ini dilaporkan masih diiringi oleh sejumlah gempa susulan.

Kondisi tersebut memaksa ribuan warga untuk tetap bertahan di tenda-tenda pengungsian. Minimnya fasilitas dan ancaman gempa susulan meningkatkan risiko terjadinya krisis kesehatan di kalangan pengungsi.

Mencegah Risiko Krisis Kesehatan

Kehadiran tim medis Muhammadiyah di Mbay juga disertai dengan pengerahan bantuan obat-obatan, logistik kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

Melalui dukungan medis terpadu dan berkala ini, Muhammadiyah berharap dapat menekan serta mencegah timbulnya krisis kesehatan masyarakat pascabencana di Nusa Tenggara Timur. 

Penulis : Indra

Share:

0 Post a Comment:

Posting Komentar

POP UP ADS

Arsip Blog