HEADLINE
Memuat berita terbaru...

Memuat berita terbaru...

Ukuran Huruf:
Dukungan Anda Sangat Berarti Untuk Kami
Top Ads Mobile

Minggu, 18 Oktober 2026

Sumsel Bangga! Keterbatasan Tak Halangi 6 Pahlawan Olahraga Ini Sabet 10 Medali Nasional

PALEMBANG – Kontingen Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menorehkan tinta emas di kancah nasional. Keterbatasan jumlah atlet nyatanya tidak menjadi penghalang bagi anak-anak istimewa Sumsel untuk bersinar di ajang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) ke-II yang diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hanya dengan kekuatan enam orang atlet, kontingen Sumsel secara luar biasa berhasil memborong 10 medali dan mengamankan posisi ke-9 di jajaran 10 besar nasional dari sekitar 26 provinsi yang berpartisipasi.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sumsel, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., menyambut kepulangan para atlet ini dengan rasa syukur dan bangga. Ia mengapresiasi tingginya efektivitas dan daya juang para pahlawan olahraga tersebut.

"Alhamdulillah, anak-anak kita sudah kembali dari NTT dengan prestasi yang sangat membanggakan. Bayangkan, dengan jumlah atlet yang sangat terbatas, kita bisa masuk 10 besar nasional. Dari 8 cabang olahraga yang diperlombakan, kita hanya ikut 4 cabang, dan luar biasanya semua cabang yang kita ikuti sukses menyumbangkan medali," terang Mondyaboni.

Menurut Kadisdik, capaian gemilang ini menjadi bukti nyata kesetaraan pendidikan di Sumsel. Dinas Pendidikan terus memastikan bahwa pembinaan minat dan bakat di Sekolah Luar Biasa (SLB) mendapatkan porsi dan kualitas yang setara dengan SMA maupun SMK, baik di bidang seni, olahraga, maupun akademik.

"Harapannya anak-anak tidak cepat berpuas diri dan terus berlatih. Kepada seluruh orang tua, kita patut berbangga mendapat amanah dari Allah SWT berupa anak-anak istimewa. Mari kita jaga dan dukung bersama-sama, baik dari orang tua, sekolah, maupun Dinas Pendidikan," pesannya.

Sementara itu, Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna) Provinsi Sumsel sekaligus pelatih utama, Sarjana, S.Pd., merincikan 10 medali yang berhasil dibawa pulang meliputi 3 medali emas, 3 medali perak, dan 4 medali perunggu.

Berikut adalah rincian pahlawan olahraga SOIna Sumsel yang berhasil menyumbangkan medali tersebut:

  • Muh. Yusup (Renang): 2 Medali Emas dan 1 Perunggu.
  • Marrcel (Renang): 1 Medali Emas, 1 Perak, dan 1 Perunggu.
  • Reka Okta Pratama (Bocce): 1 Medali Perak.
  • Safira (Bocce): 1 Medali Perunggu.
  • Andre Risky Asravin (Tenis Meja): 1 Medali Perak.
  • Akbar Insani (Atletik): 1 Medali Perunggu.

"Pencapaian ini sangat luar biasa jika melihat peta persaingan. Karena lokasi di NTT cukup jauh, kekuatan kita kali ini murni hanya enam atlet. Sementara provinsi lain, atau musuh-musuh kita di sana, ada yang mengirimkan hingga 200 sampai 300 atlet," ungkap pria yang telah mendedikasikan diri melatih anak disabilitas intelektual sejak tahun 1995 ini.

Sarjana menjelaskan, melatih anak-anak berkebutuhan khusus, seperti anak Down Syndrome dan tunagrahita ringan, membutuhkan pendekatan dari hati. Kesabaran dan kasih sayang adalah kunci utama dalam memberikan instruksi, seperti yang diterapkan kepada atlet andalan Sumsel, Reka dan Safira, yang bertanding di cabang olahraga Bocce.

Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari sinergi dan dukungan berbagai pihak. Jajaran pelatih dan pengurus SOIna Sumsel secara khusus menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Gubernur, Wakil Gubernur, Bank SumselBabel, Kadisdik, dan pihak sekolah.

Dengan modal prestasi di Pesonas NTT ini, SOIna Sumsel kini menatap target yang lebih tinggi. "Doa kita bersama, semoga nantinya ada atlet dan pelatih kita yang terpilih mewakili Indonesia di tingkat dunia, yaitu pada ajang Special Olympics World Games di tahun 2027 mendatang," pungkas Sarjana. (Indra/Red)

Share:

Minggu Kasih, Wakapolda Sumsel Sambangi Jemaat GPIB Immanuel Palembang


PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan terus memperkuat silaturahmi dan kerukunan antarumat beragama melalui kegiatan Minggu Kasih di Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Immanuel Palembang, Minggu (18/10/2026). Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Irwansyah, S.I.K., M.H., C.L.A., hadir langsung bersama jajaran pejabat utama Polda Sumsel untuk berdialog dengan jemaat sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.30 WIB tersebut digelar di GPIB Immanuel, Jalan P.A.K. Abdurochim, Kelurahan 29 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, dan dihadiri sekitar 300 jemaat. Turut hadir Dirbinmas Polda Sumsel Kombes Pol. Hari Purnomo, S.I.K., S.H., M.H., M.Han., Dirresnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol. Patar M. H. Silalahi, S.I.K., Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H., serta Pendeta Jemaat Selin Paulien Pattiasina-Tutuarima, S.Si.Teol., bersama pengurus gereja, majelis, dan penatua GPIB Immanuel Palembang.

Minggu Kasih merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk membangun komunikasi, mendengarkan aspirasi, serta memperkuat kemitraan dalam menjaga situasi kamtibmas. Pada kesempatan ini, perhatian khusus diberikan pada upaya pencegahan perundungan atau bullying terhadap anak, sekaligus pentingnya menjaga kerukunan dan meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan.

Dalam sambutannya, Wakapolda Sumsel mengajak jemaat dan para orang tua untuk memberikan perhatian serta pendampingan kepada anak-anak agar terhindar dari perundungan. Lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat diharapkan menjadi ruang yang aman bagi anak untuk tumbuh, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri tanpa mengalami intimidasi maupun pengucilan.

Selain itu, Wakapolda mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dan berbagai bentuk kejahatan lainnya. Kepedulian orang tua, komunikasi yang terbuka, serta pengawasan yang proporsional menjadi bagian penting dalam melindungi anak dan anggota keluarga dari pengaruh negatif.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif antara Wakapolda Sumsel, jajaran kepolisian, pengurus gereja, dan jemaat. Melalui dialog tersebut, jemaat memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, dan harapan terkait keamanan lingkungan, pencegahan perundungan, serta upaya pemberantasan peredaran narkoba.

Dalam kesempatan itu, Wakapolda juga menjelaskan bahwa Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran narkoba. Masyarakat pun diajak berperan aktif dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan melaporkan informasi yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana kepada pihak berwenang.

Terkait ketertiban berlalu lintas, Wakapolda menyampaikan bahwa penindakan pelanggaran dilakukan melalui mekanisme tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) maupun tilang manual sesuai ketentuan yang berlaku. Edukasi dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas diharapkan dapat mendukung keselamatan seluruh pengguna jalan.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan Minggu Kasih juga diisi dengan foto bersama dan pembagian 300 kotak nasi kepada jemaat yang hadir. Suasana berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian, pengurus gereja, dan masyarakat.

Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Irwansyah menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dan memperkuat tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan.

“Kami hadir untuk mewujudkan semangat Polisi Bersama Masyarakat. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, melainkan tanggung jawab kita bersama. Melalui Minggu Kasih ini, kami ingin terus merawat kedekatan dengan jemaat sekaligus mengajak seluruh keluarga melindungi anak-anak dari perundungan dan bahaya narkoba,” ujar Brigjen Pol. Irwansyah.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan Minggu Kasih menjadi sarana untuk memperkuat toleransi, menjaga kebinekaan, dan mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Polda Sumsel terus berkomitmen menjaga kerukunan antarumat beragama dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan seperti Minggu Kasih, kami ingin memastikan bahwa Polri hadir untuk mendengarkan, melayani, dan bekerja bersama masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

Kegiatan Minggu Kasih di GPIB Immanuel Palembang berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Polda Sumsel akan terus mendorong kegiatan silaturahmi dan dialog lintas komunitas sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan, mencegah gangguan kamtibmas, serta meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak.

Melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, Polda Sumsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga toleransi, menolak segala bentuk perundungan, menjauhi narkoba, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta harmonis di Sumatera Selatan. (Indra/Red)

Share:

AAUI Pekanbaru Rayakan Puncak Hari Asuransi 2026 di Alam Mayang Pekanbaru


‎PEKANBARU – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Pekanbaru menggelar puncak perayaan Hari Asuransi 2026 di Taman Rekreasi Alam Mayang, Kota Pekanbaru, Minggu (18/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi insan perasuransian sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan finansial.

‎Acara tersebut dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau, Mohammad Fredly Nasution, Kepala Jasa Raharja Kanwil Riau Fitri Agustina, Penasehat AAUI Pekanbaru Surya, Lauren, Kristiany, Ketua AAUI Pekanbaru Indah Sari, serta jajaran pengurus AAUI Cabang Pekanbaru dan perwakilan sponsor.

‎Hadir pula Ketua Pelaksana Hari Asuransi 2026, Alam Winulang, bersama seluruh panitia yang telah mempersiapkan rangkaian kegiatan peringatan tersebut.

‎Ketua Pelaksana Hari Asuransi 2026, Alam Winulang, mengatakan puncak perayaan diisi dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari senam zumba, pelepasan balon sebagai tanda puncak perayaan, pembagian doorprize, hingga lomba mewarnai untuk anak-anak.

‎Selain itu, panitia juga mengumumkan para pemenang sejumlah turnamen yang sebelumnya digelar dalam rangka memeriahkan Hari Asuransi 2026.

‎“Puncak perayaan Hari Asuransi juga kita mulai dari zumba, pelepasan balon tanda hari puncak, pembagian doorprize, ada juga lomba mewarnai anak-anak,” ujar Alam.

‎Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan dan silaturahmi antarperusahaan asuransi yang beroperasi di Pekanbaru.

‎“Kami berharap kegiatan ini bisa meriah, dan ke depannya lebih meriah serta dapat lebih mengenalkan asuransi kepada masyarakat,” jelasnya.

‎Sebelum puncak acara, AAUI Pekanbaru telah menyelenggarakan sejumlah perlombaan, di antaranya tenis meja atau pimpong, domino, dan bulu tangkis. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antarpelaku industri asuransi dalam suasana kebersamaan.

‎Sementara itu, Ketua AAUI cabang Pekanbaru, Indah Sari, menyampaikan bahwa peringatan Hari Asuransi yang jatuh setiap 18 Oktober menjadi momentum penting bagi industri perasuransian untuk memperkuat ketahanan finansial masyarakat melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

‎Ia menegaskan, pesan utama Hari Asuransi tahun ini terangkum dalam tema “Pahami, Miliki, Lindungi” yang mengajak masyarakat semakin mengenal manfaat asuransi dan menjadikannya bagian dari upaya mengelola risiko kehidupan.

‎Menurut Indah, makna *Pahami* adalah tanggung jawab bersama untuk mengedukasi masyarakat mengenai berbagai risiko di masa depan, termasuk risiko bisnis, serta memberikan pemahaman tentang cara kerja, manfaat, hak, dan kewajiban dalam produk asuransi.

‎Selanjutnya, Miliki merupakan ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak ragu memiliki perlindungan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan diri sendiri, keluarga, maupun keberlangsungan usaha.

‎Sementara itu, Lindungi menekankan pentingnya kesadaran terhadap upaya pencegahan dan perlindungan finansial. Dengan perlindungan yang tepat, masyarakat dapat mengantisipasi potensi musibah atau kerugian tidak terduga yang mengancam diri, keluarga, serta aset berharga seperti rumah, kendaraan, dan usaha.

‎“Tujuan utama dari Hari Asuransi adalah untuk meningkatkan kesadaran serta literasi keuangan masyarakat Indonesia mengenai pentingnya berasuransi guna melindungi masa depan dan mengelola risiko keuangan,” ungkap Indah.

‎Indah juga mengajak seluruh insan perasuransian menjadikan peringatan Hari Asuransi 2026 sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperluas jangkauan perlindungan asuransi hingga ke berbagai pelosok negeri.

‎Ia berharap industri perasuransian Indonesia, khususnya di Pekanbaru, dapat terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan sehingga semakin berkontribusi dalam menopang perekonomian nasional serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

‎Dalam pesannya, Indah turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh insan perusahaan asuransi yang memperingati Hari Asuransi Indonesia.

‎“Selamat kepada seluruh insan perusahaan asuransi di Pekanbaru atas peringatan Hari Asuransi Indonesia. Semoga asuransi semakin maju di Pekanbaru dan lebih berperan dalam pembangunan masyarakat serta para pemangku kepentingan lainnya,” pungkasnya.

‎Ia menutup dengan pantun yang mengingatkan masyarakat tentang pentingnya perlindungan untuk menghadapi masa depan.


‎Menanam padi di awal pekan,

‎Tumbuh subur membawa harapan.

‎Asuransi bukan sekadar pilihan,

‎Tapi payung perlindungan di masa depan.

‎

‎Melalui perayaan Hari Asuransi 2026 ini, AAUI Pekanbaru berharap pemahaman masyarakat mengenai asuransi semakin meningkat, sehingga perlindungan finansial tidak hanya dipandang sebagai pilihan, tetapi juga sebagai langkah penting dalam mempersiapkan masa depan yang lebih aman dan terlindungi.  (Redaksi)

Share:

Sabtu, 17 Oktober 2026

Polda Sumsel Gerak Cepat Tangani Kasus Asusila Anak, Tegaskan Komitmen Perlindungan Generasi Muda

PALEMBANG — Direktorat Reserse Pelayanan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Sumatera Selatan bergerak cepat menangani perkara dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di kawasan Bukit Kecil, Palembang. Penanganan perkara ini menegaskan komitmen Polda Sumsel dalam memberikan perlindungan hukum kepada perempuan dan anak serta memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti secara profesional.

Penyidik Subdit I Ditres PPA dan PPO Polda Sumsel menetapkan seorang pria berinisial MFA (24), yang berprofesi sebagai pelatih paskibra, sebagai tersangka. Perkara tersebut dilaporkan oleh keluarga korban berinisial N melalui SPKT Polda Sumsel pada 13 Oktober 2026, sebagaimana tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/1465/X/2026/SPKT/POLDA SUMATERA SELATAN.

Berdasarkan hasil penyidikan, peristiwa bermula ketika tersangka menghubungi korban dengan alasan mengajak menghadiri perlombaan paskibra. Tersangka kemudian meminta korban menjemputnya di sebuah hotel di Jalan Radial, Palembang, sebelum menuju lokasi perlombaan. Di dalam kamar hotel tersebut, diduga terjadi tindak pidana persetubuhan terhadap korban.

Setelah menerima laporan, penyidik segera melakukan serangkaian langkah penyidikan, termasuk memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti. Penanganan perkara juga didukung oleh sikap kooperatif pihak sekolah tempat tersangka melatih paskibra yang menyerahkan terlapor kepada pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum.

Dalam perkara ini, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian luar dan pakaian dalam yang dikenakan korban dan tersangka saat kejadian. Barang bukti tersebut digunakan untuk mendukung proses penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Atas perbuatannya, tersangka diproses berdasarkan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang, juncto Pasal 473 ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Saat ini, tersangka telah ditempatkan di ruang tahanan Dit Tahti Polda Sumsel. Penyidik juga terus berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk proses hukum selanjutnya.

Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumsel Kombes Pol. Andes Purwanti, S.E., M.M., menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius terhadap setiap perkara kekerasan seksual yang melibatkan perempuan dan anak.

“Kami memastikan setiap proses penegakan hukum berjalan secara profesional dan berorientasi pada perlindungan korban. Keselamatan, hak, serta masa depan anak merupakan prioritas yang harus kita jaga bersama,” tegas Kombes Pol. Andes Purwanti.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengapresiasi peran aktif keluarga korban dan pihak sekolah dalam mendukung penanganan perkara tersebut.

“Polda Sumsel berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan tindak pidana, terlebih perkara yang menyangkut keselamatan dan perlindungan anak. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan dugaan kekerasan terhadap perempuan dan anak agar dapat segera ditangani sesuai ketentuan hukum,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

Polda Sumsel menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, hingga masyarakat. Melalui penanganan perkara yang profesional dan koordinasi lintas pihak, kepolisian berupaya memastikan hak korban terlindungi serta proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, Polda Sumsel terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, khususnya bagi anak-anak, serta mencegah segala bentuk kekerasan dan eksploitasi terhadap kelompok rentan.

(Indra/Red)

Share:

Polda Sumsel Amankan Dua Tersangka Penganiayaan Saat Unjuk Rasa, Pengejaran Pelaku Lain Berlanjut

PALEMBANG — Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan bergerak cepat menindaklanjuti insiden kekerasan yang terjadi saat aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Sumsel. Dalam penanganan perkara tersebut, penyidik telah mengamankan dua tersangka berinisial AF (36) dan EP (24), sementara upaya penyelidikan untuk mengungkap keterlibatan pihak lain masih terus dilakukan.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, AF diduga melakukan pemukulan sebanyak dua kali ke arah punggung bagian belakang korban menggunakan tangan kanan. Sementara itu, EP diduga melakukan tendangan sebanyak satu kali menggunakan kaki kanan. Dugaan perbuatan tersebut menjadi bagian dari proses hukum yang saat ini ditangani penyidik.

Insiden tersebut terjadi ketika berlangsung aksi penyampaian aspirasi di depan pintu masuk Mapolda Sumsel. Situasi sempat diwarnai gesekan fisik sehingga membutuhkan penanganan petugas. Menindaklanjuti kejadian itu, tim operasional Ditreskrimum Polda Sumsel bersama Satreskrim Polrestabes Palembang melakukan langkah penanganan di lapangan, mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri rekaman dokumentasi untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.

Melalui penyelidikan dan pemantauan lapangan, petugas memperoleh informasi mengenai keberadaan kedua tersangka di kawasan Ilir Barat II, Palembang. Tim kemudian mengamankan AF dan EP untuk dibawa ke Mapolda Sumsel guna menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.

Dalam penanganan perkara ini, penyidik turut mengamankan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan saat kejadian serta rekaman video digital yang digunakan untuk mendalami rangkaian peristiwa dan dugaan peran masing-masing tersangka.

Atas dugaan perbuatannya, kedua tersangka diproses berdasarkan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum. Penyidik masih melengkapi berkas perkara serta mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang diperoleh.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol. Johannes Bangun, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penanganan perkara akan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat.

“Dua tersangka penganiayaan sudah kami amankan dan saat ini sedang menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Ditreskrimum Polda Sumsel. Penanganan perkara ini masih terus kami kembangkan. Tim penyidik dan operasional melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat. Kami mengimbau pihak-pihak terkait agar kooperatif dan mengikuti proses hukum yang berlaku,” tegas Kombes Pol. Johannes Bangun.

Ia menambahkan bahwa penanganan perkara dilakukan berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku. Polda Sumsel juga mengingatkan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan dengan tetap menjaga ketertiban serta menghormati hak dan keselamatan orang lain.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kepolisian berkomitmen menangani setiap dugaan tindak pidana secara profesional dan objektif.

“Polda Sumsel menaruh perhatian serius terhadap setiap peristiwa yang mengancam keselamatan masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas, serta menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Percayakan penanganan dugaan tindak pidana kepada proses hukum yang berjalan,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

Saat ini, kedua tersangka menjalani penahanan di Mapolda Sumsel untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Penyidik terus melengkapi berkas perkara dan mendalami fakta-fakta yang berkaitan dengan insiden tersebut sesuai ketentuan hukum.

Polda Sumsel mengimbau seluruh pihak agar mengedepankan sikap saling menghormati, menjaga ketertiban, serta tidak melakukan tindakan kekerasan dalam menyampaikan aspirasi. Melalui penegakan hukum yang profesional dan dukungan masyarakat, situasi keamanan dan ketertiban di Sumatera Selatan diharapkan tetap terjaga.

Polisi Bersama Masyarakat.

(Indra/Red)

Share:

Hadiri Rakor Evaluasi Madrasah Sumsel, Dirjen Pendis Dorong Aksi Nyata Ekoteologi dan Anti Perundungan

Palembang (Kemenag Sumsel) - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Suyitno, mendorong civitas akademika madrasah se-Sumatera Selatan untuk mewujudkan aksi nyata kepedulian lingkungan (ekoteologi) dan gerakan pencegahan perundungan (anti-bullying) di lingkungan satuan pendidikan. Arahan tegas tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi Program Pendidikan Madrasah Tahun 2026 se-Sumsel yang digelar secara hybrid di Aula MAN 3 Palembang, Sabtu (17/10/2026).

Rakor evaluasi ini diselenggarakan sebagai langkah krusial Kanwil Kemenag Sumsel untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas tata kelola instansi, serta mengoptimalkan mutu layanan pendidikan madrasah secara berkelanjutan di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Dalam arahannya, Dirjen Pendis Suyitno menegaskan bahwa seluruh hasil evaluasi program tahun 2026 harus menjadi bahan mitigasi agar kelemahan yang sama tidak terulang pada tahun 2027. Ia mengingatkan para pengelola madrasah agar tidak "terperosok di lubang yang sama" dalam tata kelola program dan anggaran.

Lebih lanjut, Dirjen Pendis memaparkan arah kebijakan strategis pemerintah untuk tahun 2027 terkait penataan bantuan operasional dan skenario perhitungan kebutuhan anggaran (mulai dari kebutuhan esensial/minimal, moderat, hingga maksimal) berbasis desil tingkat pendapatan masyarakat agar bantuan biaya pendidikan tepat sasaran.

“Evaluasi yang sudah kita bagikan ini supaya di tahun 2027 nanti apa yang menjadi kelemahan di tahun 2026 bisa dimitigasi. Jangan pernah kita berada di lubang yang sama,” jelas Suyitno.

Selain aspek anggaran, Dirjen Pendis memberikan penekanan khusus terkait dua gerakan aksi nyata (konkrit) di lingkungan pendidikan madrasah dan pesantren, yaitu gerakan ekoteologi dan gerakan anti-perundungan. Ia mendorong agar pencegahan perundungan dan kepedulian lingkungan diwujudkan dalam langkah nyata, serta melibatkan peran aktif para guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai tumpuan dan solusi bagi permasalahan peserta didik.

“Selama ini isu ekoteologi dan anti-bullying sering kali ramai dibicarakan. Yang terpenting hari ini adalah bagaimana kita mewujudkannya dalam aksi nyata di lapangan. Buat gerakan konkret melintas ruang di madrasah dan asrama. Optimalkan peran guru BK untuk mengedukasi dan mencegah kasus perundungan sejak dini,” tegas Suyitno.

Tidak hanya itu, Dirjen Pendis meminta agar seluruh program inovatif, aksi ekoteologi, gerakan anti-perundungan, dan capaian madrasah tidak hanya dipublikasikan di media sosial internal atau akun pribadi. Ia menginstruksikan Humas dan para pengelola madrasah untuk menggandeng media mainstream bertrafik tinggi agar gaung dan jangkauan informasi publik mengenai kemajuan pendidikan madrasah dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Tolong hasil-hasil evaluasi, aksi ekoteologi, dan gerakan anti-bullying ini dimediakan. Jangan hanya di media pribadi yang pengikutnya kita-kita sendiri. Manfaatkan media mainstream yang memiliki pembaca dan jangkauan luas agar dampak positif keberhasilan madrasah benar-benar tersampaikan ke publik,” pesan Suyitno.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan menyampaikan apresiasi atas arahan dan sinergi Dirjen Pendis. Kakanwil menegaskan komitmen Kanwil Kemenag Sumsel untuk mengawal seluruh kebijakan pusat, memperkuat tata kelola program, menggerakkan kepedulian lingkungan dan anti-perundungan, serta memperluas jangkauan publikasi kehumasan di Sumatera Selatan.

“Evaluasi dan pembinaan ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk mengukur capaian program kerja sekaligus memetakan langkah-langkah perbaikan. Kita ingin memastikan bahwa seluruh madrasah di Sumatera Selatan menghadirkan tata kelola yang transparan, akuntabel, serta berfokus pada peningkatan mutu peserta didik, kesadaran lingkungan, dan perlindungan dari perundungan,” tegas Syafitri Irwan.

Rakor evaluasi ini diikuti secara antusias oleh ratusan jajaran pengelola madrasah dari kabupaten/kota se-Sumatera Selatan. Hadir langsung di Aula MAN 3 Palembang, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan, Kakanwil Kemenag Bengkulu Saefudin,Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Palembang Syahril Jamil, Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang Mukmin, Kepala Bagian Tata Usaha Taufiq, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah A. Elhiqny, Kepala Kantor Kemenag Kota Palembang Muflikhul Hasan, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumsel Emilia Syafitri Irwan beserta pengurus, Kepala Madrasah Negeri se-Kota Palembang, perwakilan Wakil Kepala, Guru, dan Tenaga Kependidikan Madrasah Negeri se-Kota Palembang, serta jajaran pengurus Pokjawas Madrasah, PW IGRA, PGMNI, dan KKRA Provinsi Sumatera Selatan.

Sementara itu, jajaran peserta yang mengikuti kegiatan secara daring melalui saluran Zoom Meeting terdiri dari para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah/Pendidikan Islam Kemenag Kabupaten/Kota, Kepala MAN, MTsN, dan MIN, serta seluruh Wakil Kepala, Guru, dan Tenaga Kependidikan pada Madrasah Negeri di kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

(Indra/Red)

Share:

Jumat, 16 Oktober 2026

Buka Ruang Pengaduan Langsung, Polda Sumsel Sebarkan Nomor WhatsApp Kapolda dan Kapolres

 


PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat respons terhadap berbagai persoalan dan pengaduan masyarakat. Sebagai wujud nyata transparansi dan keterbukaan, Polda Sumsel secara resmi membagikan nomor kontak WhatsApp Kapolda Sumsel serta para Kapolres/Kapolresta jajaran yang dapat diakses langsung oleh seluruh masyarakat.

Langkah strategis ini diambil guna memastikan setiap informasi, kritik, saran, maupun laporan pengaduan terkait Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) dapat diterima dan ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan akuntabel.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menyampaikan bahwa penyediaan akses komunikasi langsung ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat. Dengan adanya saluran komunikasi khusus ini, diharapkan tidak ada lagi hambatan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan laporan atau memerlukan bantuan kepolisian secara darurat.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki akses langsung kepada pimpinan kepolisian di wilayahnya. Nomor WhatsApp ini terbuka bagi siapa saja yang ingin memberikan pengaduan, informasi gangguan kamtibmas, maupun masukan konstruktif demi perbaikan pelayanan Polri,” ujar Kapolda.

Berikut adalah daftar nomor WhatsApp layanan pengaduan resmi Kapolda Sumsel dan Kasatwil Jajaran Polda Sumsel:

 * Kapolda Sumsel: 08216351996

 * Kapolrestabes Palembang: 08117979196

 * Kapolres Banyuasin: 081241442007

 * Kapolres Musi Banyuasin: 081178720061

 * Kapolres Ogan Ilir: 081278046262

 * Kapolres OKI: 081267039889

 * Kapolres OKU: 082373578867

 * Kapolres OKU Timur: 08117832006

 * Kapolres OKU Selatan: 08117885110

 * Kapolres Muara Enim: 081782825429

 * Kapolres Lahat: 082371285864

 * Kapolres Pagar Alam: 08117875110

 * Kapolres Prabumulih: 08117856110

 * Kapolres Lubuk Linggau: 082210302121

 * Kapolres Musi Rawas: 082352026188

 * Kapolres Musi Rawas Utara: 082181452009

 * Kapolres Empat Lawang: 081251069996

 * Kapolres PALI: 082262292005

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan agar fasilitas layanan pengaduan ini dapat dimanfaatkan secara bijak oleh masyarakat.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Sumatera Selatan untuk memanfaatkan layanan nomor WhatsApp Kapolda dan para Kapolres ini dengan bijak, bertanggung jawab, serta memberikan informasi yang valid. Setiap laporan yang masuk akan segera diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh satuan fungsi terkait,” jelas Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

Melalui keterbukaan layanan komunikasi ini, Polda Sumsel berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat semakin erat, sehingga situasi keamanan, ketertiban, dan kedamaian di wilayah Sumatera Selatan dapat terus terjaga dengan optimal.

“POLISI BERSAMA MASYARAKAT”

(Indra/Red)

Share:

Perkuat Satgas Karhutla, 200 Personel Brimob dan Tim Medis Diterjunkan ke 16 Titik di Sumsel

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan menerima penguatan personel dari Markas Besar Polri untuk mendukung percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah terdampak. Sebanyak 216 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) tiba dan melaksanakan tugas di Sumatera Selatan pada Kamis hingga Jumat (15–16/10/2026).

Penguatan tersebut terdiri atas 200 personel Pasukan Brimob I Korbrimob Polri yang tergabung dalam dua Satuan Setingkat Kompi (SSK), enam personel pengawak dua unit kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC) dari Satbrimob Lampung, serta sepuluh personel tenaga medis dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri.

Penerimaan personel berlangsung di Markas Komando Satbrimob Polda Sumsel dan dipimpin oleh Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H., bersama jajaran perwira Satbrimob Polda Sumsel serta perwakilan Polres Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Muara Enim, dan Musi Banyuasin.

Kehadiran personel BKO dari Mabes Polri merupakan bentuk dukungan lintas satuan dalam memperkuat penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Penguatan ini juga mencerminkan komitmen Polri untuk merespons kebutuhan di lapangan secara cepat, terukur, dan terpadu.

Sebelum diterjunkan ke lokasi sasaran, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel kedatangan, pengarahan, serta pembekalan teknis penanganan karhutla. Materi yang diberikan meliputi Analisa Daerah Operasi (ADO), teknik penanganan kebakaran lahan gambut, teknik suplai air, pembasahan spiral, hingga penggunaan cairan pemadam api X-FIRE03.

Pembekalan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai kondisi medan dan mendukung pelaksanaan tugas secara efektif, dengan tetap memperhatikan keselamatan personel serta masyarakat di sekitar lokasi penanganan.

Setelah menyelesaikan pengarahan dan pelatihan teknis, personel BKO didislokasikan ke 16 titik sasaran penanganan karhutla yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Muara Enim.

Sembilan tim juga dilengkapi peralatan pendukung tambahan berupa mesin pompa, selang pemadam, jetshooter backpack, serta cairan pemadam X-FIRE03 untuk menunjang kegiatan operasional di lapangan. Dukungan personel, tenaga medis, kendaraan, dan peralatan tersebut diharapkan dapat memperkuat jangkauan serta efektivitas upaya penanganan karhutla di wilayah sasaran.

Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas dukungan Mabes Polri melalui pengiriman personel dan sarana pendukung untuk membantu penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

Menurutnya, kesiapan personel yang telah mendapatkan pembekalan teknis menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas di 16 titik sasaran. Sinergi lintas satuan diharapkan mampu memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan sesuai kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa dukungan dari Mabes Polri memperkuat upaya terpadu dalam menghadapi karhutla di wilayah Sumatera Selatan.

Pengiriman personel Brimob, pengawak kendaraan AWC, dan tenaga medis menjadi bentuk dukungan Polri dari tingkat pusat hingga daerah untuk membantu penanganan kebakaran serta melindungi masyarakat dari dampak yang ditimbulkan.

Penerimaan dan pendislokasian personel BKO berlangsung tertib dan lancar hingga seluruh tim bergerak menuju lokasi penugasan masing-masing. Polda Sumsel terus mengoptimalkan koordinasi dan sumber daya yang tersedia guna mendukung penanganan karhutla di wilayah Sumatera Selatan.

Melalui sinergi lintas satuan dan dukungan masyarakat, Polda Sumsel berkomitmen memperkuat upaya pencegahan serta penanganan karhutla demi menjaga keselamatan warga dan kelestarian lingkungan di Bumi Sriwijaya.

Polisi Bersama Masyarakat.

(Indra/Red)

Share:

Kamis, 15 Oktober 2026

KABUT ASAP MELANDA KOTA, SMK NEGERI 2 PALEMBANG TERAPKAN PJJ DAN MATANGKAN PERSIAPAN TKA 821 SISWA KELAS XII



PALEMBANG, Oktober 2026 – Mengantisipasi dampak kabut asap yang melanda Kota Palembang demi kesehatan dan keselamatan peserta didik, SMK Negeri 2 Palembang secara resmi menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Di tengah penyesuaian ini, pihak sekolah memastikan bahwa proses belajar mengajar tetap berjalan efektif, khususnya dalam mematangkan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi 821 siswa kelas XII.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Negeri 2 Palembang, M. Rianda, M.Kom., menjelaskan bahwa pihak sekolah juga mengambil kebijakan taktis dalam menyesuaikan pelaksanaan gladi TKA. Hal ini mengingat siswa kelas XII saat ini sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di dunia industri.

Jika gladi TKA dilaksanakan secara penuh selama dua minggu dan digabungkan dengan jadwal bimbingan 19–23 Oktober—yang melibatkan guru seni, matematika, bahasa Inggris, serta guru produktif—dikhawatirkan akan mengganggu durasi PKL serta proses perizinan dari pihak industri. Oleh karena itu, sekolah memutuskan untuk mengganti kegiatan gladi dengan program bimbingan intensif selama satu minggu.

“Jadi kami mengambil kebijakan untuk pembelajaran gladi-nya itu kami ganti dengan bimbingan satu minggu ini untuk persiapan TKA,” ujar Andrianda.

Sebanyak 821 siswa kelas XII dipastikan siap mengikuti ujian ini. Hingga saat ini, persiapan teknis dan administratif telah berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pelaksanaan TKA direncanakan berlangsung dalam dua gelombang dengan tiga sesi, memanfaatkan tujuh ruangan komputer. Setiap ruangan akan diisi oleh sekitar 20 peserta serta didukung oleh pengawas ruangan, guru, dan petugas teknis guna menjamin tertibnya pelaksanaan ujian.

PJJ Efektif dan Pembelajaran Praktik Disesuaikan

Di tengah penerapan PJJ akibat kabut asap, SMK Negeri 2 Palembang tetap berkomitmen menjaga mutu pendidikan. Untuk mata pelajaran praktik yang biasanya membutuhkan fasilitas bengkel atau laboratorium, sekolah menyiasatinya melalui metode daring interaktif menggunakan aplikasi Zoom maupun media virtual lainnya, lengkap dengan modul bahan ajar digital.

Selama masa PJJ, para siswa diimbau untuk mengikuti kegiatan belajar dari rumah, sementara para tenaga pendidik tetap hadir di sekolah untuk mengajar, memantau, dan mengevaluasi proses pembelajaran.

Guna memastikan efektivitas PJJ, sekolah telah mengimplementasikan sistem pemantauan berbasis tautan (link). Melalui sistem ini, guru dapat memberikan instruksi melalui grup kelas, menyampaikan materi dan penugasan, serta mewajibkan pengunggahan screenshot (tangkapan layar) aktivitas daring beserta rekapitulasi daftar kehadiran siswa secara sistematis.

Harapan Pemulihan Kualitas Udara

Menutup keterangan persnya, Andrianda menyampaikan harapan agar kondisi cuaca dan kualitas udara di Kota Palembang dapat segera membaik. Keselamatan dan kesehatan fisik siswa tetap menjadi prioritas utama pihak sekolah sebelum memutuskan kembali ke pembelajaran tatap muka secara normal.

“Kami berharap kualitas udara segera pulih sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal, dan para siswa dapat belajar di sekolah dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (Indra/Red)

Share:

Lindungi Lingkungan dan Masyarakat, Polda Sumsel Perkuat Penindakan serta Pencegahan Karhutla


PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui langkah pencegahan, pemadaman, serta penegakan hukum yang profesional dan berbasis pembuktian ilmiah. Penanganan tersebut mencakup perkara yang melibatkan kluster korporasi sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak karhutla.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., memimpin paparan penanganan karhutla di Mapolda Sumsel, Palembang, Kamis (15/10/2026). Paparan tersebut membahas perkembangan penanganan perkara, langkah pencegahan terpadu, upaya pemadaman melalui jalur darat dan udara, serta penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran terkait kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Ditreskrimsus Polda Sumsel bersama 17 Polres jajaran menangani total 58 laporan polisi terkait karhutla. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 laporan polisi masuk dalam kluster korporasi yang tersebar di tujuh kabupaten rawan karhutla.

Dalam penanganan perkara tersebut, penyidik telah memasang garis polisi dan melakukan penyegelan pada area konsesi yang diperkirakan mencapai 620,62 hektare. Area tersebut berkaitan dengan lahan berstatus Hak Guna Usaha (HGU) atau Izin Usaha Perkebunan (IUP) yang menjadi bagian dari proses penanganan perkara.

Langkah tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan untuk mendukung penegakan hukum berdasarkan alat bukti dan ketentuan perundang-undangan. Penanganan perkara tetap mengedepankan asas profesionalitas, transparansi, dan kepastian hukum dengan memperhatikan hasil penyidikan serta fakta yang ditemukan di lapangan.

Polda Sumsel juga menerapkan pendekatan scientific crime investigation dengan melibatkan saksi ahli di bidang ilmu tanah dan forensik lingkungan hidup dari perguruan tinggi, termasuk IPB University. Pendekatan ini ditujukan untuk mendukung analisis ilmiah terhadap bukti dan kondisi lingkungan yang berkaitan dengan perkara yang ditangani.

Selain mendalami aspek pidana, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap pemenuhan sarana dan prasarana pencegahan karhutla oleh perusahaan, antara lain kesiapan menara pemantau, ketersediaan embung air, serta kesiapan regu pemadam kebakaran internal. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari pendalaman terhadap kepatuhan pengelolaan lahan dan upaya pencegahan kebakaran.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Rony Samtana menegaskan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara cermat, profesional, dan berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Penegakan hukum dalam penanganan karhutla harus dilaksanakan secara profesional, dengan mengedepankan ketelitian dalam pembuktian dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk mencegah kebakaran berulang, menjaga lingkungan, dan melindungi masyarakat,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, baik melalui penegakan hukum maupun langkah pencegahan di lapangan.

“Polda Sumsel terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait untuk mendukung penanganan karhutla. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar bersama-sama menjaga lingkungan serta mematuhi ketentuan pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Polda Sumsel bersama para pemangku kepentingan akan terus mengoptimalkan patroli terpadu dan pemantauan titik panas sebagai bagian dari upaya pencegahan karhutla. Melalui langkah penegakan hukum yang profesional, pencegahan berkelanjutan, dan kolaborasi lintas sektor, upaya perlindungan lingkungan serta keselamatan masyarakat di Sumatera Selatan diharapkan semakin optimal.

“POLISI BERSAMA MASYARAKAT”

(Indra/Red)

Share:

Bela Jurnalis Korban Unjuk Rasa, Dr. Conie: Lindungi Kerja Jurnalistik demi Hak Publik

 


PALEMBANG — Komisaris media online nasional Indodaily.co, Dr. Conie Pania Putri, S.H., M.H., menegaskan bahwa perlindungan terhadap kerja jurnalistik merupakan harga mati yang berkaitan langsung dengan hak masyarakat luas untuk memperoleh informasi yang benar. Penegasan ini disampaikan Conie saat menghadiri aksi solidaritas bersama Koalisi Pers Sumsel di kawasan flyover Polda Sumsel, Kamis (15/10/2026).

Kehadirannya di tengah-tengah ratusan insan pers tersebut sebagai bentuk pembelaan nyata terhadap dua jurnalis yang diduga menjadi korban pengeroyokan saat meliput aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumsel, Selasa (13/10/2026).

Menurut Conie, apa yang menimpa rekan-rekan media di lapangan bukan sekadar pelanggaran terhadap individu, melainkan ancaman serius terhadap kebebasan pers yang menjadi salah satu pilar utama demokrasi. Ia menilai, jurnalis hadir di tengah aksi massa untuk menjalankan tugas konstitusional memenuhi hak publik atas informasi, sehingga keselamatan mereka wajib dijamin oleh hukum.

“Rekan-rekan jurnalis dilindungi oleh undang-undang dalam menyelenggarakan dan melaksanakan tugasnya. Ketika jurnalis menghadapi ancaman, kekerasan, atau intimidasi saat meliput, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh korban secara pribadi, tetapi juga membatasi akses masyarakat terhadap informasi mengenai berbagai peristiwa penting,” ujar Conie.

Desak Penegakan Hukum dan Evaluasi Pengamanan

Dalam pernyataannya, Conie mendesak agar kasus dugaan kekerasan terhadap pekerja media ini diusut secara transparan, profesional, dan tuntas tanpa kompromi. Proses hukum yang berjalan harus mampu mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab agar memberikan rasa keadilan bagi para korban.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap standar pengamanan aparat di lapangan. Langkah preventif dan pengendalian massa yang humanis dinilai krusial agar gesekan yang berujung pada kekerasan terhadap awak media tidak terulang kembali di masa mendatang.

“Kami berharap seluruh pihak yang terbukti terlibat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pada saat yang sama, hak-hak korban harus mendapat perlindungan dan pemulihan yang layak,” tegasnya.

Suara Bersama Koalisi Pers Sumsel

Aksi solidaritas yang dimotori oleh Koalisi Pers Sumsel ini mengusung seruan tegas: “Hentikan Kekerasan, Tegakkan Hukum, Lindungi Kerja Jurnalistik.” Selain menuntut pengusutan tuntas kasus pengeroyokan jurnalis, massa aksi juga mendesak evaluasi terhadap fungsi pengamanan serta pertanggungjawaban struktural di jajaran Polda Sumsel.

Conie memandang, solidaritas yang ditunjukkan oleh insan pers di Palembang membuktikan bahwa pers memiliki kekuatan moral yang kokoh untuk saling menjaga dan menegakkan keadilan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan untuk menghormati profesi jurnalis serta menolak segala bentuk kekerasan.

“Mari bersama-sama kita dukung terciptanya lingkungan kerja jurnalistik yang aman dan profesional. Perbedaan pandangan atau ketegangan di lapangan harus disikapi melalui mekanisme hukum, bukan dengan tindakan main hakim sendiri atau kekerasan,” pungkasnya.

(Indra/Red)

Share:

Pesan Kakanwil Kemenag Sumsel saat Lantik 12 Pejabat Fungsional: Jaga Koordinasi dan Kepekaan Sosial


Palembang (Kemenag Sumsel) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Syafitri Irwan, melantik dan mengambil sumpah jabatan 12 Pejabat Fungsional di lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel, Kamis (15/10/2026). Berlangsung khidmat di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Kakanwil mengingatkan para pejabat yang dilantik akan pentingnya ketepatan dalam mengemban amanah serta dorongan untuk menjadi ASN yang cerdas secara emosional dan beretika lewat kemampuan "mengolah rasa".

Dalam arahannya, Kakanwil Syafitri Irwan menegaskan bahwa amanah jabatan yang diemban di tempat penugasan masing-masing merupakan wujud kepercayaan institusi yang pantas dan layak diterima oleh para pegawai. Ia mengingatkan bahwa langkah-langkah persiapan dan rekam jejak pengabdian para pejabat yang dilantik telah melalui proses evaluasi yang panjang.

> “Amanah ini adalah sesuatu yang pantas dan layak bapak ibu sandangkan, mengingat langkah-langkah persiapan pasti telah lama dilakukan. Namun pesan saya, jangan melakukan langkah-langkah yang diambil keputusan itu oleh diri kita sendiri. Walaupun bapak ibu sudah analis atau bendahara, tetap perlu koordinasi dengan atasan, mitra, maupun orang-orang di sekeliling kita,” pesan Syafitri Irwan.

> 

Secara khusus, Kakanwil memberikan perhatian mendalam pada pentingnya budaya kerja yang rapi, bersih, serta kepedulian sosial di lingkungan kerja. Syafitri mengingatkan para analis dan pengelola keuangan agar tidak membiarkan dokumen dan data menumpuk memenuhi meja kerja. Selain kerapian meja, ia juga menekankan kebersihan perangkat kerja hingga detail terkecil, seperti perangkat komputer dan laptop.

Selain kebersihan, Kakanwil juga menyoroti aspek kepedulian dan kepekaan sosial (sensitivitas). Menurutnya, rutinitas pekerjaan yang padat dengan analisis data dan angka-angka sering kali membuat pegawai lelah hingga kehilangan rasa empati dan sensitivitas terhadap rekan kerja di sekitarnya.

“Jangan sampai waktu yang berlalu justru menumpulkan rasa sensitivitas dan empati kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kakanwil memberikan pesan mendalam agar para ASN tidak hanya pintar secara teknis tugas dan wewenang, tetapi juga pintar mengolah rasa. Kecerdasan emosional, etika, dan kepekaan sosial dalam membaca situasi kerja dinilai sangat krusial agar tidak menimbulkan kendala dalam organisasi.

> “Banyak orang pintar, tapi tidak semua pintar mengolah rasa. Mengolah rasa itu sederhana: pertama, kita harus mampu menempatkan posisi kita di mana. Kita harus sadar dan tahu kapan kita harus duduk, kapan kita harus berdiri, kapan kita harus berbicara. Kalau pimpinan rajin dan datang jam 7, ya kita juga harus ikut rajin dan datang jam 7,” tegas Syafitri.

> 

Di akhir arahannya, Kakanwil berpesan agar seluruh pejabat fungsional yang baru dilantik senantiasa menjadi ASN yang tidak berhenti belajar. Jenjang karier yang lebih luas di masa depan masih terbuka lebar bagi pegawai yang terus berkinerja tinggi, menjaga integritas, dan mengedepankan koordinasi yang baik.

Pelantikan ini turut dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha Taufiq, para Kepala Bidang dan Pembimas Kanwil Kemenag Sumsel, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumsel Emilia Syafitri Irwan beserta jajaran pengurus, serta para Ketua Tim Kerja di lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel.

Daftar 12 Pejabat Fungsional yang Dilantik:

 * Ira Hauliani — Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda pada Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumsel.

 * Eny Susilawati — Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda pada Subbag TU Kemenag Kabupaten OKU Timur.

 * Rita Yuitawati — Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda pada Subbag TU Kemenag Kabupaten Lahat.

 * Dwi Ramadona — Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Pertama pada MAN 1 Lahat.

 * Alfarisi — Pranata Keuangan APBN Penyelia pada MAN 1 Banyuasin.

 * Genta Febbio — Pranata Keuangan APBN Penyelia pada Subbag TU Kemenag Kabupaten Banyuasin.

 * Joni Ikhsan — Pranata Keuangan APBN Penyelia pada Subbag TU Kemenag Kabupaten Empat Lawang.

 * Syafarudin — Pranata Keuangan APBN Penyelia pada Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Ogan Ilir.

 * Dewi Sartika — Pranata Keuangan APBN Penyelia pada MTsN 2 Ogan Ilir.

 * Wita Suarni — Pranata Keuangan APBN Penyelia pada Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten OKU Timur.

 * Dina Adriana Wulandari — Pranata Keuangan APBN Penyelia pada Subbag TU Kemenag Kabupaten OKU Timur.

 * Muthia Khansa Pratiwi — Guru Ahli Pertama Bidang Studi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada MAN 1 Palembang.

(Indra/Red)

Share:

Rabu, 14 Oktober 2026

Jelang Ujian Akhir, Waka Kurikulum SMKN 6 Palembang Ajak Siswa Kelas XII Fokus Hadapi TKA

 


​PALEMBANG — Menjelang pelaksanaan Ujian Sekolah dan Tes Kemampuan Akademik (TKA), Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 6 Palembang, Nelly Sukarni, S.Pd., MM., mengajak seluruh siswa kelas XII untuk meningkatkan kesiapan belajar secara matang dan konsisten. Ajakan tersebut disampaikan di lingkungan SMKN 6 Palembang pada Kamis, 15 Oktober 2026.

​Nelly menekankan bahwa persiapan menghadapi TKA tidak boleh dilakukan secara mendadak. Para siswa diimbau untuk mempelajari kembali soal-soal simulasi yang telah diujikan sebelumnya guna mengasah pemahaman terhadap materi yang diujikan. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan sebelumnya, materi seperti Bahasa Indonesia dan Matematika memerlukan daya nalar serta kemampuan literasi yang baik karena seringkali menyajikan soal berbentuk penalaran atau cerita.

​"Persiapannya intinya belajar dari soal-soal yang sudah disimulasikan sebelumnya, dipelajari ulang. Untuk TKA seperti Matematika dan Bahasa Indonesia, kadang siswa perlu mencerna lebih dalam karena banyak soal cerita yang menuntut penalaran kuat," jelas Nelly.

​Selain persiapan akademik, pihak sekolah juga memberikan perhatian penuh terhadap dinamika psikologis siswa kelas XII, termasuk dalam menyambut momen-momen akhir masa sekolah seperti perpisahan angkatan. Nelly berpesan agar para siswa dapat menjaga kekompakan dan mengupayakan kebersamaan di penghujung masa studi mereka, mengingat momen tersebut menjadi kenangan berharga sebelum melangkah ke dunia kerja maupun jenjang berikutnya.

​Melalui bimbingan intensif dari para guru serta motivasi yang konsisten, SMKN 6 Palembang optimis para siswa dapat melalui rangkaian ujian akhir dengan baik dan meraih prestasi yang membanggakan. (Indra/Red)

Share:

Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan dan Usut Tuntas Bentrokan di Mapolda

PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. memastikan seluruh korban bentrokan antara massa Cipayung Plus Kota dan organisasi masyarakat Harimau Sumatera Bersatu (HSB) di depan Mapolda Sumsel mendapatkan penanganan dan pelayanan kesehatan secara optimal. Kepastian tersebut disampaikan dalam konferensi pers menyusul peristiwa yang terjadi pada Selasa (13/10/2026).

Polda Sumsel menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut, terutama karena sejumlah orang mengalami luka, termasuk wartawan yang sedang menjalankan tugas peliputan. Keselamatan korban menjadi perhatian utama, sementara proses penanganan peristiwa terus dilakukan untuk mengungkap fakta secara menyeluruh.

Peristiwa bermula ketika massa gabungan delapan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota hendak menyampaikan aspirasi terkait dugaan keterlibatan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada waktu bersamaan, organisasi masyarakat HSB sedang melaksanakan kegiatan pembagian masker di lokasi yang sama. Persinggungan antara kedua kelompok kemudian berkembang menjadi gesekan.

Sekitar pukul 16.30 WIB, situasi memanas di sekitar pintu masuk Mapolda Sumsel. Personel kepolisian yang bertugas segera bergerak untuk melerai dan memisahkan kedua kelompok guna mencegah bentrokan meluas serta menjaga keamanan di sekitar lokasi.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah orang mengalami luka, terdiri atas dua wartawan, tiga mahasiswa, dan satu anggota Polri. Polda Sumsel memastikan penanganan terhadap para korban menjadi prioritas, sekaligus menyampaikan keprihatinan atas terjadinya kekerasan di tengah penyampaian aspirasi dan kegiatan masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Kapolri, kami pastikan seluruh korban, baik dari kalangan wartawan, mahasiswa, maupun anggota Polri, mendapatkan perawatan dan pelayanan kesehatan terbaik. Kami juga akan mengusut tuntas peristiwa ini hingga seluruh fakta dan pihak yang bertanggung jawab dapat terungkap secara utuh,” tegas Irjen Pol. Rony Samtana.

Dalam perkembangan penanganan, personel Satreskrim Polrestabes Palembang mengamankan seorang pria berinisial RK (20) di kawasan flyover depan Mapolda Sumsel. Petugas turut mengamankan satu bilah pisau bergagang hijau dan satu senjata tajam panjang bergagang pipa yang diduga dibawa oleh yang bersangkutan.

Pria tersebut selanjutnya didalami oleh Unit 1 Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel terkait dugaan pelanggaran Pasal 307 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Proses pendalaman dilakukan untuk memastikan fakta dan bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana tersebut.

Selain itu, Ditreskrimum dan Ditintelkam Polda Sumsel terus mendalami rangkaian kejadian, termasuk faktor pemicu bentrokan dan dugaan tindakan kekerasan yang terjadi. Penanganan dilakukan secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti, tanpa membedakan latar belakang pihak-pihak yang terlibat.

Kapolda Sumsel juga menegaskan pentingnya menghormati kerja jurnalistik serta hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat secara damai sesuai ketentuan yang berlaku.

“Prinsip kami jelas, setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan melalui tindakan kekerasan,” ujarnya.

Polda Sumsel mengimbau seluruh pihak, baik Cipayung Plus Kota, organisasi masyarakat HSB, maupun masyarakat luas, agar tetap tenang, menahan diri, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat yang memiliki rekaman atau informasi terkait kejadian tersebut diharapkan menyampaikannya melalui saluran resmi kepolisian untuk membantu proses pengungkapan fakta.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa perkembangan penanganan perkara akan disampaikan kepada masyarakat melalui Bidang Humas berdasarkan informasi yang telah diverifikasi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Polda Sumsel berkomitmen menangani peristiwa ini secara profesional, memastikan perhatian terhadap para korban, serta menindaklanjuti setiap dugaan pelanggaran hukum sesuai ketentuan. Kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan dialog, menghormati perbedaan, dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Sumatera Selatan.

Melalui sinergi antara kepolisian, mahasiswa, organisasi masyarakat, insan pers, dan seluruh elemen daerah, diharapkan setiap aspirasi dapat disampaikan secara aman dan damai, tanpa kekerasan, demi menjaga keamanan serta kepentingan bersama di Bumi Sriwijaya. (Indra/Red)

Share:

Sukses Gelar Geladi Bersih TKA, MAN 1 Palembang Optimis Antarkan Siswa Menuju SNBP


PALEMBANG — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palembang menunjukkan komitmen penuh dalam mengantarkan peserta didik kelas 12 menuju gerbang perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Keterangan resmi terkait suksesnya pelaksanaan geladi bersih dan kesiapan strategi madrasah ini disampaikan oleh Wakil Kepala (Waka) Humas MAN 1 Palembang, Ahmad Alamsyah, S.E., M.Pd., Rabu (14/10/2026).

Rangkaian geladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) ini telah sukses dilaksanakan selama empat hari, mulai dari hari Senin hingga Kamis tanggal 12 sampai 15. Pelaksanaan dibagi menjadi tiga sesi setiap harinya guna mengakomodasi seluruh siswa kelas 12 yang berjumlah 333 orang dari kelas 12.01 hingga 12.10.

Berdasarkan laporan evaluasi madrasah, seluruh rangkaian kegiatan geladi bersih berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Sarana dan prasarana pendukung, termasuk laboratorium komputer dan perangkat ujian, telah disiapkan dengan matang oleh pihak madrasah untuk memastikan kenyamanan peserta.

Kesiapan Teknis dan Pengawasan Ketat

Guna menjamin integritas dan kelancaran ujian, pihak madrasah membentuk panitia khusus yang terdiri atas proktor, teknisi, dan pengawas. Sistem pengawasan ketat diterapkan di setiap ruang ujian dengan menempatkan satu proktor, satu teknisi, dan dua orang pengawas per ruangan. Selain itu, pengawasan diperkuat melalui pengaturan jarak antarpeserta, pengaktifan kamera pengawas, serta larangan bagi siswa membawa gawai (HP) ke dalam ruang ujian.

Pihak madrasah juga memberikan pencerahan terkait anggapan keliru mengenai bobot nilai TKA. Sesuai instruksi Menteri, nilai TKA tidak menentukan kelulusan maupun mempengaruhi nilai rapor sekolah, yang murni dihitung dari proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama satu tahun atau dua semester di kelas 12. Kendati demikian, nilai TKA memiliki arti strategis dan sangat menunjang sebagai nilai tambah yang kuat bagi siswa saat berkompetisi dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP.

Aspirasi dan Semangat Siswa Kelas 12

Terkait persiapan tersebut, para siswa kelas 12—di antaranya Suci Rahmadini, Rehan Farizki, dan Davina Klana dari kelas XII.5—membagikan kesan mereka. Mereka menilai soal-soal TKA cukup menantang, terutama pada mata pelajaran matematika yang banyak menggunakan soal cerita serta bahasa Indonesia yang menuntut kemampuan literasi dan daya cerna yang tinggi.

Para siswa berpesan agar angkatan berikutnya dapat mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari dan menghindari belajar secara mendadak, mengingat ragam soal latihan simulasi seringkali bersifat mengecoh. Mereka turut menyampaikan apresiasi atas bimbingan optimal dari para guru. Di samping fokus menghadapi ujian akademik, para siswa kelas 12 juga menitipkan harapan dan kerinduan agar rencana acara perpisahan sekolah sebagai momen kebersamaan terakhir dapat terwujud dengan penuh kekompakan.

Solusi Cepat Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek)

Menanggapi aspirasi siswa terkait adanya materi prediksi soal yang belum sepenuhnya didapatkan di kelas reguler, pihak madrasah bergerak cepat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) khusus. Melalui program ini, para guru memberikan pembahasan langsung pada soal-soal prediksi beserta trik dan cara cepat penyelesaiannya.

Menjelang pelaksanaan TKA gelombang kedua yang dijadwalkan pada awal November mendatang, para siswa tetap mendapatkan pendampingan intensif dari guru mata pelajaran untuk menuntaskan pembahasan kisi-kisi dan materi ujian yang belum dipelajari.

Kebijakan Adaptif di Tengah Dampak Kabut Asap

Menghadapi situasi lingkungan yang terdampak kabut asap, MAN 1 Palembang menerapkan kebijakan bijak yang menomorsatukan kesehatan siswa. Pembelajaran bagi siswa kelas 10 dan 11 dialihkan menggunakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui platform Zoom guna mengantisipasi risiko gangguan kesehatan seperti ISPA.

Namun, perlakuan khusus diberlakukan bagi siswa kelas 12 mengingat urgensi persiapan TKA. Siswa kelas 12 tetap diarahkan hadir ke madrasah secara terbatas pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB—waktu saat kondisi kabut sudah mulai berkurang—untuk mengikuti bimbingan intensif tatap muka.

Kepala MAN 1 Palembang, Widyawati, S.Pd., M.M., menyampaikan harapan besarnya terhadap ikhtiar ini. Pihak madrasah menilai pembahasan materi persiapan TKA tidak akan efektif jika dilakukan sepenuhnya melalui PJJ. Oleh karena itu, kehadiran terbatas siswa kelas 12 di madrasah pada jam-jam yang lebih aman menjadi pilihan terbaik. Kesehatan dan keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama, diiringi harapan agar masa depan dan peluang mereka lolos ke perguruan tinggi melalui jalur SNBP dapat tercapai secara optimal. (Indra/Red)

Share:

Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Tindak 1.218 Aksi Premanisme dan Perkuat Kamtibmas

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penindakan terhadap aksi premanisme di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Langkah ini dilaksanakan melalui Operasi Sikat I Musi 2026 dan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), dengan mengedepankan penegakan hukum profesional serta sinergi bersama masyarakat.

Berdasarkan rekapitulasi yang disampaikan dalam paparan Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel bersama jajaran Polres mencatat 1.218 kegiatan penindakan terkait premanisme. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 1.238 orang diamankan, terdiri atas 60 target operasi (TO) dan 1.151 non-target operasi. Rincian kategori tersebut masih perlu disesuaikan dengan total keseluruhan agar angka yang dipublikasikan akurat.

Upaya penindakan dilaksanakan di wilayah hukum Polda Sumsel yang mencakup 17 kabupaten dan kota. Langkah ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja, berdagang, menggunakan fasilitas umum, dan menjalankan kegiatan sosial.

Pemberantasan premanisme menjadi bagian penting dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Praktik seperti pemalakan, intimidasi, dan pungutan liar yang terbukti melanggar hukum dapat mengganggu kenyamanan warga serta aktivitas ekonomi. Karena itu, kepolisian terus memperkuat langkah pencegahan, patroli, penindakan, dan koordinasi dengan berbagai unsur masyarakat.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. menegaskan bahwa kehadiran kepolisian harus memberikan rasa aman sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang kondusif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

“Pemberantasan premanisme bukan sekadar penegakan hukum, melainkan langkah fundamental kami untuk memastikan setiap warga dapat beraktivitas, bekerja, dan beribadah dengan tenang tanpa rasa takut. Sesuai dengan semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’, kami menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis utama demi menjaga stabilitas dan mendukung penuh agenda pembangunan pemerintah,” ujar Irjen Pol. Rony Samtana.

Kapolda juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Informasi dari warga menjadi salah satu unsur penting bagi kepolisian untuk mengetahui potensi gangguan kamtibmas dan mengambil langkah penanganan sesuai kebutuhan.

Masyarakat yang melihat atau mengalami dugaan aksi premanisme, intimidasi, maupun gangguan keamanan lainnya dapat menghubungi Call Center Polri 110. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan laporan dan meminta bantuan kepolisian, sehingga informasi dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, apabila melihat atau mengalami tindakan premanisme, intimidasi, dan gangguan kamtibmas lainnya, segera hubungi Call Center 110. Layanan ini bebas pulsa dan siaga 24 jam penuh untuk merespons laporan masyarakat secara cepat dan terpadu,” tegasnya.

Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pencegahan gangguan keamanan sekaligus mendorong penyelesaian persoalan melalui jalur hukum. Dengan lingkungan yang lebih aman dan tertib, masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan nyaman dan pelaku usaha dapat beroperasi tanpa gangguan yang melanggar hukum.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa upaya pemberantasan premanisme merupakan bagian dari komitmen Polda Sumsel dalam memperkuat pemeliharaan kamtibmas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.

“Kehadiran personel di lapangan serta respons cepat pengaduan melalui Call Center 110 merupakan bagian dari upaya kami memberikan pelayanan terbaik dan humanis. Dengan terus menjunjung prinsip ‘Polisi Bersama Masyarakat’, Polda Sumsel bersama masyarakat siap mewujudkan Bumi Sriwijaya yang aman, tertib, dan berkeadilan,” ujar Nandang.

Polda Sumsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun kepedulian terhadap keamanan lingkungan, tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta segera melaporkan dugaan tindak pidana melalui saluran resmi. Setiap laporan akan ditindaklanjuti berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku.

Melalui penegakan hukum yang profesional, pelayanan yang responsif, dan kolaborasi berkelanjutan bersama masyarakat, Polda Sumsel berkomitmen menjaga stabilitas kamtibmas serta mendukung kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi di Sumatera Selatan. Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” menjadi landasan untuk menghadirkan rasa aman dan pelayanan yang semakin dekat dengan warga. (Indra/Red)

Share:

Selasa, 13 Oktober 2026

Fokus Hadapi TKA, Ratusan Murid Kelas XII MAN 3 Palembang Ikuti Gladi Bersih


PALEMBANG (MAN 3) — Dalam upaya memastikan kesiapan akademis, teknis, serta mental para peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), MAN 3 Kota Palembang menyelenggarakan Gladi Bersih TKA bagi seluruh murid Kelas XII. Kegiatan yang mengusung semangat "Siap, Terlatih, Lebih Percaya Diri" ini berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis (12–15 Oktober 2026).

Pelaksanaan gladi bersih dipusatkan di beberapa titik strategis madrasah, meliputi Aula, Ruang Meeting, dan Laboratorium Komputer, yang dimulai setiap pukul 07.00 WIB hingga selesai. Melalui simulasi ini, kegiatan bertujuan untuk mengenalkan alur pengujian, menguji keandalan infrastruktur teknologi komputer dan jaringan, serta melatih kedisiplinan dan manajemen waktu para murid secara riil.

Kehadiran program uji coba ini menjadi bentuk komitmen MAN 3 Kota Palembang dalam menciptakan ekosistem ujian yang kondusif, terukur, dan transparan, sehingga setiap murid mampu mengukur pemahaman materi sekaligus mengikis rasa cemas menjelang pelaksanaan ujian utama.

Kepala MAN 3 Kota Palembang, Dra. Nuraini Farida, M.Si., menyampaikan bahwa gladi bersih ini bukan sekadar ajang simulasi teknis perangkat komputer, melainkan fondasi penting dalam membangun ketahanan mental dan optimisme peserta didik.

“Melalui gladi bersih TKA ini, kita ingin memastikan seluruh murid Kelas XII benar-benar siap, baik dari segi pemahaman akademis, penguasaan sarana berbasis digital, maupun kesiapan mental. Latihan yang terstruktur dan matang akan menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi,” ujar Dra. Nuraini Farida, M.Si.

Ia menambahkan, pembiasaan dalam simulasi ini diharapkan mampu mendorong para murid untuk meraih pencapaian hasil ujian yang optimal dan membawa nama baik madrasah.

“Kami berharap seluruh murid memanfaatkan momentum ini dengan sungguh-sungguh. Ketika ketelitian, kesiapan teknis, dan ketenangan mental berpadu, murid-murid kita akan lebih fokus dan optimistis dalam meraih hasil terbaik demi melangkah ke jenjang pendidikan tinggi yang dicita-citakan,” pungkasnya.

Melalui pelaksanaan gladi bersih TKA yang tertib dan lancar ini, MAN 3 Kota Palembang terus mengukuhkan posisinya sebagai Madrasah Smart Digital yang konsisten mengintegrasikan keunggulan teknologi, profesionalisme tata kelola pendidikan, dan pembentukan karakter murid yang berdaya saing. (Indra/Red)

Share:

POP UP ADS

Arsip Blog