HEADLINE
Memuat berita terbaru...

Memuat berita terbaru...

Ukuran Huruf:
Dukungan Anda Sangat Berarti Untuk Kami
Top Ads Mobile

Minggu, 18 Oktober 2026

Sumsel Bangga! Keterbatasan Tak Halangi 6 Pahlawan Olahraga Ini Sabet 10 Medali Nasional

PALEMBANG – Kontingen Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menorehkan tinta emas di kancah nasional. Keterbatasan jumlah atlet nyatanya tidak menjadi penghalang bagi anak-anak istimewa Sumsel untuk bersinar di ajang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) ke-II yang diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hanya dengan kekuatan enam orang atlet, kontingen Sumsel secara luar biasa berhasil memborong 10 medali dan mengamankan posisi ke-9 di jajaran 10 besar nasional dari sekitar 26 provinsi yang berpartisipasi.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sumsel, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., menyambut kepulangan para atlet ini dengan rasa syukur dan bangga. Ia mengapresiasi tingginya efektivitas dan daya juang para pahlawan olahraga tersebut.

"Alhamdulillah, anak-anak kita sudah kembali dari NTT dengan prestasi yang sangat membanggakan. Bayangkan, dengan jumlah atlet yang sangat terbatas, kita bisa masuk 10 besar nasional. Dari 8 cabang olahraga yang diperlombakan, kita hanya ikut 4 cabang, dan luar biasanya semua cabang yang kita ikuti sukses menyumbangkan medali," terang Mondyaboni.

Menurut Kadisdik, capaian gemilang ini menjadi bukti nyata kesetaraan pendidikan di Sumsel. Dinas Pendidikan terus memastikan bahwa pembinaan minat dan bakat di Sekolah Luar Biasa (SLB) mendapatkan porsi dan kualitas yang setara dengan SMA maupun SMK, baik di bidang seni, olahraga, maupun akademik.

"Harapannya anak-anak tidak cepat berpuas diri dan terus berlatih. Kepada seluruh orang tua, kita patut berbangga mendapat amanah dari Allah SWT berupa anak-anak istimewa. Mari kita jaga dan dukung bersama-sama, baik dari orang tua, sekolah, maupun Dinas Pendidikan," pesannya.

Sementara itu, Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna) Provinsi Sumsel sekaligus pelatih utama, Sarjana, S.Pd., merincikan 10 medali yang berhasil dibawa pulang meliputi 3 medali emas, 3 medali perak, dan 4 medali perunggu.

Berikut adalah rincian pahlawan olahraga SOIna Sumsel yang berhasil menyumbangkan medali tersebut:

  • Muh. Yusup (Renang): 2 Medali Emas dan 1 Perunggu.
  • Marrcel (Renang): 1 Medali Emas, 1 Perak, dan 1 Perunggu.
  • Reka Okta Pratama (Bocce): 1 Medali Perak.
  • Safira (Bocce): 1 Medali Perunggu.
  • Andre Risky Asravin (Tenis Meja): 1 Medali Perak.
  • Akbar Insani (Atletik): 1 Medali Perunggu.

"Pencapaian ini sangat luar biasa jika melihat peta persaingan. Karena lokasi di NTT cukup jauh, kekuatan kita kali ini murni hanya enam atlet. Sementara provinsi lain, atau musuh-musuh kita di sana, ada yang mengirimkan hingga 200 sampai 300 atlet," ungkap pria yang telah mendedikasikan diri melatih anak disabilitas intelektual sejak tahun 1995 ini.

Sarjana menjelaskan, melatih anak-anak berkebutuhan khusus, seperti anak Down Syndrome dan tunagrahita ringan, membutuhkan pendekatan dari hati. Kesabaran dan kasih sayang adalah kunci utama dalam memberikan instruksi, seperti yang diterapkan kepada atlet andalan Sumsel, Reka dan Safira, yang bertanding di cabang olahraga Bocce.

Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari sinergi dan dukungan berbagai pihak. Jajaran pelatih dan pengurus SOIna Sumsel secara khusus menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Gubernur, Wakil Gubernur, Bank SumselBabel, Kadisdik, dan pihak sekolah.

Dengan modal prestasi di Pesonas NTT ini, SOIna Sumsel kini menatap target yang lebih tinggi. "Doa kita bersama, semoga nantinya ada atlet dan pelatih kita yang terpilih mewakili Indonesia di tingkat dunia, yaitu pada ajang Special Olympics World Games di tahun 2027 mendatang," pungkas Sarjana. (Indra/Red)

Share:

0 Post a Comment:

Posting Komentar

POP UP ADS

Arsip Blog