HEADLINE
Memuat berita terbaru...

Memuat berita terbaru...

Ukuran Huruf:
Dukungan Anda Sangat Berarti Untuk Kami
Top Ads Mobile

Kamis, 01 Oktober 2026

Pertemuan dengan Ketua BKOW Gagal Capai Titik Temu, Srikandi Pemuda Pancasila Bawa Konflik ke Ranah Hukum


Palembang, 2 Oktober 2026 – Upaya penyelesaian melalui jalur komunikasi dan klarifikasi antara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Srikandi Pemuda Pancasila Sumatera Selatan dan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumatera Selatan resmi menemui jalan buntu. Pertemuan yang digelar pada 24 September 2026 gagal mencapai titik temu, sehingga DPW Srikandi Pemuda Pancasila memutuskan untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Ketua DPW Srikandi Pemuda Pancasila Sumsel, Prof. Dr. (Law) Hj. Sunnah NBU, S.H., M.H., CPLA., mengungkapkan bahwa kisruh ini berawal dari surat permintaan klarifikasi yang dilayangkan sejak April 2026, diikuti somasi pertama pada Juni 2026, dan somasi kedua pada Juli 2026. Namun, rangkaian upaya tersebut tidak mendapatkan respons yang memadai dari pihak BKOW Sumsel.

"Kami telah berupaya menempuh jalur komunikasi dan klarifikasi secara baik-baik sebelum mengambil langkah lanjutan. Karena tidak ada jawaban yang memuaskan, kami tegaskan bahwa kami tetap akan melanjutkan proses hukum," ujar Prof. Sunnah.

Konflik kian meruncing setelah Wakil Ketua I DPW Srikandi Pemuda Pancasila Sumsel, Leni Mardiana, yang juga merupakan pengurus BKOW, diduga menjadi korban fitnah. Berdasarkan pesan singkat yang disampaikan oleh Ketua BKOW Sumsel, Hj. Lidya Cik Ujang, kepada Ketua DPW Srikandi, Leni dituding merokok saat acara Musyawarah Paripurna (Muspar) BKOW Sumatera Selatan.

Selain masalah tudingan tersebut, ketersinggungan DPW Srikandi juga dipicu oleh adanya perubahan posisi dalam kepengurusan hasil rapat formatur yang dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan anggota formatur terkait.

Leni Mardiana sendiri mengaku sangat terpukul atas fitnah yang dialamatkan kepadanya. Sebagai seorang penyintas kanker yang sangat menjaga pola hidup sehat serta berprofesi sebagai penyuluh kesehatan, tudingan tersebut dinilai sangat mencederai kredibilitas dan integritas pribadinya.

DPW Srikandi Pemuda Pancasila Sumsel juga menyayangkan sikap Dewan Pembina BKOW yang dinilai pasif dan belum memberikan ruang mediasi, meskipun surat pemberitahuan telah ditembuskan kepada pihak terkait. BKOW semestinya dapat menjadi wadah pemersatu serta mampu mengakomodasi aspirasi organisasi wanita di bawah naungannya secara adil.

Dengan buntuannya proses klarifikasi ini, DPW Srikandi Pemuda Pancasila Sumatera Selatan memastikan langkah hukum akan terus berjalan demi menegakkan martabat serta melindungi nama baik organisasi dan anggotanya. (Red)

Share:

0 Post a Comment:

Posting Komentar

POP UP ADS

Arsip Blog