PALEMBANG — Pembatasan aktivitas akibat pekatnya kabut asap di Kota Palembang tak menyurutkan langkah para siswa SMAN 5 Palembang untuk mengejar mimpi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Meski kegiatan belajar mengajar bagi siswa kelas 10 dan 11 dialihkan ke skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), siswa kelas 12 tetap menunjukkan antusiasme tinggi saat hadir ke sekolah untuk mengikuti gladi resik Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Pelaksanaan gladi resik TKA ini membutuhkan akses ke laboratorium komputer sekolah, sehingga siswa kelas 12 hadir secara tatap muka dengan jadwal yang telah diatur ketat. Kepala SMAN 5 Palembang, Drs. Hj. Ria Wilastri, MM, menyampaikan bahwa persiapan matang telah dilakukan jauh hari, mulai dari pendampingan belajar, pembahasan soal-soal tahun sebelumnya, hingga optimalisasi jaringan dan perangkat komputer laboratorium sejak pertengahan September.
Para siswa menyambut positif program pemantapan tersebut. Naila Zahratus Shita, siswi kelas XII-5, mengaku sangat terbantu dengan adanya pembagian kelas khusus dan rutinnya try out mingguan. Menurutnya, TKA menjadi pijakan penting untuk mengukur kemampuan individu sekaligus mendongkrak peluang lolos ke jenjang pendidikan tinggi.
Guna menjaga keamanan dan kenyamanan selama gladi berlangsung, pihak sekolah rutin melakukan pemantauan kondisi kesehatan siswa melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Di samping itu, SMAN 5 Palembang juga berencana menggelar pertemuan dengan orang tua murid untuk menyampaikan evaluasi hasil gladi resik, sebagai bagian dari strategi puncaknya menyongsong pelaksanaan TKA pada November mendatang. (Indra/Red)











0 Post a Comment:
Posting Komentar