PALEMBANG, 9 September 2026 – Memburuknya kualitas udara akibat dampak kabut asap di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) memicu tindakan cepat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, pemerintah resmi mengalihkan proses belajar mengajar tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah bagi siswa SMA, SMK, dan SLB di wilayah yang paling terdampak.
Langkah protektif ini diambil untuk melindungi kesehatan para peserta didik serta tenaga pendidik dari bahaya paparan polusi udara. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh satuan pendidikan negeri maupun swasta.
Palembang, Ogan Ilir, dan Banyuasin Terapkan PJJ
Pengalihan kegiatan belajar dari rumah secara penuh diberlakukan di tiga daerah dengan tingkat pencemaran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) terberat, yakni Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, dan sebagian wilayah Kabupaten Banyuasin. Kebijakan PJJ ini resmi dimulai sejak Rabu, 9 September 2026.
Kepala Disdik Sumsel, Hj. Mondyaboni, SE., S.Kom., M.Si., M.Pd., menegaskan bahwa kondisi udara di ketiga wilayah tersebut telah mencapai tingkat yang perlu diwaspadai sehingga aktivitas di luar ruangan dinilai berisiko.
"Setiap daerah memiliki kondisi udara yang berbeda, sehingga kebijakan tidak disamaratakan. Di Palembang, Ogan Ilir, dan sebagian Banyuasin, ISPU sudah masuk kategori tidak sehat. Oleh karena itu, PJJ menjadi langkah yang wajib dilakukan demi menjaga keselamatan peserta didik dan warga sekolah," jelas Mondyaboni.
Ketentuan PJJ dan Kebijakan Daerah Lain
Sementara untuk wilayah lain seperti Musi Rawa, Lahat, dan Prabumulih, pembelajaran tatap muka jenjang SMA/SMK masih diizinkan selama kualitas udara tetap berada di batas toleransi. Namun, khusus jenjang SLB di daerah tersebut, PJJ tetap diberlakukan karena siswa berkebutuhan khusus dinilai lebih rentan terhadap gangguan pernapasan.
Selama pelaksanaan PJJ, Disdik Sumsel menekankan hal-hal berikut kepada sekolah dan tenaga pengajar:
- Kualitas Pembelajaran: KBM tetap berjalan mengacu pada kurikulum yang ditetapkan dengan memanfaatkan platform digital dan pembelajaran daring.
- Kendalikan Beban Tugas: Guru diimbau untuk tidak memberikan tugas berlebihan agar siswa dapat belajar dari rumah dengan nyaman dan tanpa tekanan.
- Evaluasi Berkala: Evaluasi kualitas udara dan dampak kesehatan akan dilakukan secara rutin setiap tiga hari. Kebijakan PJJ dapat diperpanjang, diperluas, atau dikembalikan ke tatap muka tergantung pada kondisi ISPU di masing-masing daerah.
Imbauan Kepada Orang Tua
Pemerintah Provinsi Sumsel turut mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama masa belajar di rumah. Aktivitas luar ruangan diminta untuk dibatasi. Orang tua juga diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata.
Editor : Indra










0 Post a Comment:
Posting Komentar