INFO NASIONAL
🚦 Lalu Lintas Palembang: ...
🌤 Cuaca: ...
🌫 Kualitas Udara: ...
🕌 Maghrib: ...
Update: --:--

WHO Pantau Ketat Klaster Hantavirus di Kapal Pesiar Atlantik, Risiko Global Dinilai Rendah

 


JENEWA, 8 Mei 2026 – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengonfirmasi adanya klaster infeksi Andes Hantavirus yang terkait dengan perjalanan kapal pesiar internasional di Samudra Atlantik. Hingga hari ini, tercatat delapan kasus telah diidentifikasi, dengan lima di antaranya terkonfirmasi secara laboratorium dan tiga orang dinyatakan meninggal dunia.

Wabah ini bermula dari laporan kasus gangguan pernapasan akut di atas kapal yang menempuh rute dari Argentina menuju Tanjung Verde. WHO bersama otoritas kesehatan di beberapa negara kini tengah melakukan koordinasi intensif untuk mengisolasi pasien dan mencegah penyebaran lebih lanjut.

Kronologi dan Temuan Kasus

Berdasarkan keterangan resmi Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, kasus indeks (pertama) pertama kali melaporkan gejala pada awal April 2026.

  • Gejala Awal: Demam tinggi, nyeri otot, dan gangguan pencernaan (diare/mual).

  • Progresi Penyakit: Pasien mengalami perburukan cepat menuju pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), hingga syok.

  • Lokasi Temuan: Kasus terdeteksi di beberapa titik termasuk Afrika Selatan (tempat rujukan medis), St. Helena, dan Jerman (pasien asimtomatik yang dievakuasi).

Pernyataan Resmi WHO: "Bukan Pandemi Baru"

Menanggapi kekhawatiran publik, Dr. Maria Van Kerkhove, ahli epidemiologi penyakit menular WHO, menegaskan bahwa situasi ini terkendali.

"Ini adalah peristiwa serius namun terlokalisasi. Kami melihat adanya penularan terbatas antar-manusia yang dipicu oleh kontak sangat dekat di lingkungan tertutup kapal pesiar. Namun, Andes Hantavirus tidak menyebar semudah COVID-19 atau influenza. Risiko terhadap populasi global saat ini dinilai rendah," ujar Van Kerkhove dalam konferensi pers di Jenewa (7/5).

WHO menekankan bahwa penularan utama Hantavirus tetap melalui zoonosis, yakni kontak langsung dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Penularan antar-manusia hanya tercatat pada varian Andes virus dan biasanya memerlukan kontak fisik yang sangat intens dalam waktu lama.

Langkah Penanganan Internasional

WHO telah mengaktifkan koordinasi tiga tingkat (Lokal, Regional, Global) dan mengambil langkah-langkah berikut:

  1. Evakuasi Medis: Bekerja sama dengan pemerintah Cabo Verde dan Afrika Selatan untuk perawatan intensif pasien kritis.

  2. Distribusi Alat Diagnosis: Mengirimkan 2.500 kit diagnostik dari Argentina ke laboratorium di lima negara untuk mempercepat deteksi.

  3. Pemantauan Kontak: Melacak seluruh penumpang dan kru kapal pesiar yang telah turun di berbagai negara selama masa inkubasi (hingga 6 minggu).

  4. Sanitasi Lingkungan: Melakukan inspeksi dan pembersihan mendalam pada sarana transportasi yang terlibat untuk memastikan tidak ada reservoir tikus yang tertinggal.

Imbauan untuk Masyarakat

Meskipun tidak ada instruksi pembatasan perjalanan atau perdagangan, WHO mengimbau masyarakat untuk:

  • Selalu menjaga kebersihan tangan (Hand Hygiene).

  • Menghindari kontak dengan tikus atau area yang terkontaminasi kotoran tikus, terutama di wilayah perdesaan Amerika Selatan.

  • Segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala demam dan sesak napas setelah melakukan perjalanan internasional dari wilayah terdampak.

WHO akan terus memantau situasi epidemiologi dan memberikan pembaruan secara berkala melalui platform Disease Outbreak News (DONs).


Tim Indra Media Grup 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Baca juga

TEKNO

Ad 2

Hubungi Redaksi
Klik di sini untuk Iklan Anda
Hubungi Redaksi
Klik di sini untuk Iklan Anda