PALEMBANG – Suasana di SMA Negeri 11 Palembang pada awal Maret 2026 terasa berbeda. Lantunan selawat dari Tim Hadroh dan gemuruh suara siswa membaca Al-Qur’an berjamaah memecah rutinitas belajar. Selama dua hari, 02-03 Maret 2026 (12-13 Ramadhan 1447 H), sekolah ini bertransformasi menjadi kawah candradimuka spiritual melalui kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H.
Mengangkat tema besar “Totalitas dalam ibadah di bulan Suci Ramadhan, kunci menjadi muslim yang berkualitas”, kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu luang di bulan puasa, melainkan upaya serius sekolah dalam mencetak generasi berkarakter.
Membangun Pondasi Integritas
Plt. Kepala SMA Negeri 11 Palembang, Sunandar, S.Pd., M.Si., membuka acara dengan pesan yang mendalam. Beliau menegaskan bahwa target utama dari kegiatan ini adalah perubahan perilaku.
"Kami ingin melihat siswa yang lebih disiplin, lebih jujur, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Itulah wujud nyata dari iman dan takwa," tuturnya di hadapan para siswa dan staf pendidik.
Pesan ini diperkuat oleh Ustadz Fajar Sani Nasution, Al-Hafidz. Sebagai Imam Besar Masjid Al-Aqobah I PT Pusri, beliau mengingatkan para siswa bahwa puasa adalah latihan integritas. Jika di depan manusia kita bisa berpura-pura, di hadapan Tuhan, kejujuran adalah mutlak.
Zikir, Puji-pujian, dan Literasi Digital
Tidak hanya diisi dengan ceramah satu arah, kegiatan ini juga menghidupkan tradisi literasi Al-Qur'an melalui pembacaan Surat Al-Waqiah dan Surat Yasin yang dipimpin langsung oleh anggota Rohis. Penampilan Tim Hadroh sekolah pun menambah nuansa syahdu, membuktikan bahwa kreativitas seni tetap bisa tumbuh subur di jalur religi.
Hal yang paling menarik perhatian adalah materi di hari kedua. Menyadari kedekatan siswa dengan gawai, pihak sekolah mengundang ulama kondang Ustadz Kemas H. Muhammad Ali. Beliau membawakan materi segar berjudul: “Bijak bermedia sosial di Bulan Suci Ramadhan: Upgrade Iman, bukan cuma Upgrade Status”.
Pesan beliau sangat menohok namun relevan: di bulan Ramadhan, jempol dan jari harus ikut berpuasa dari komentar negatif dan pamer ibadah. Fokuslah meningkatkan kualitas hubungan dengan Sang Pencipta, bukan sekadar mengejar likes atau pengakuan di dunia maya.
Penutup yang Bermakna
Pesantren Ramadhan 1447 H di SMAN 11 Palembang berakhir dengan sebuah harapan besar. Bahwa setelah dua hari ini, totalitas dalam beribadah akan terus membekas, menjadikan setiap individu di dalamnya—baik murid maupun guru—pribadi yang lebih berkualitas di sisa bulan Ramadhan dan seterusnya. (Indra)

.webp)

