PALEMBANG – SMA Negeri 11 Palembang saat ini tengah melangsungkan ujian Mid Semester (Asesmen Sumatif Tengah Semester) Tahun Ajaran 2025/2026. Pelaksanaan yang dijadwalkan berlangsung selama 12 hari ini menjadi momentum bagi sekolah untuk mengevaluasi tidak hanya aspek kognitif siswa, tetapi juga karakter disiplin dan integritas.
Sistem Ujian Silang: Upaya Minimalisir Kecurangan
Plt. Kepala SMA Negeri 11 Palembang, Sunandar, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa sekolah menerapkan pengaturan ruang ujian yang ketat guna memastikan objektivitas nilai. Untuk siswa Kelas 10 dan 11, posisi duduk diatur secara bersilang (mix) dalam satu ruangan.
"Kami mengatur posisi duduk siswa; sisi kiri untuk Kelas 10 dan sisi kanan untuk Kelas 11 dalam satu meja. Strategi ini dilakukan agar interaksi antar-teman sebayanya terminimalisir dan mereka benar-benar fokus pada lembar soal masing-masing," terang Sunandar di ruang kerjanya.
Sementara itu, perlakuan berbeda diberikan kepada 469 siswa Kelas 12. Mereka ditempatkan di ruangan khusus dengan sistem duduk mandiri (satu kursi satu siswa) sebagai bentuk simulasi menghadapi ujian masuk perguruan tinggi yang sesungguhnya.
Integritas Sebagai Pelajar
Sunandar secara aktif memberikan "pencerahan" kepada para siswa di sela-sela ujian. Beliau mengaku prihatin dengan adanya penurunan kedisiplinan siswa akhir-akhir ini, sehingga ujian Mid Semester ini dijadikan ajang pemulihan karakter.
"Saya selalu wanti-wanti kepada seluruh siswa untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Kerjakan sesuai kemampuan, jangan meminta bantuan orang lain. Kami ingin integritas mereka sebagai pelajar kembali terbangun dengan baik melalui ujian ini," tegasnya.
Harapan Besar di Jalur Eligible (SNBP)
Terkait prestasi akademik, Sunandar mengungkapkan optimisme tinggi terhadap siswa Kelas 12. Berdasarkan data sekolah, sebanyak 40 persen dari total siswa kelas 12 berhasil masuk dalam kategori eligible—yakni siswa berprestasi yang berhak bersaing masuk PTN tanpa tes.
"Rata-rata setiap kelas ada 15 hingga 20 orang yang masuk kuota eligible. Saat ini kami sedang dalam masa menunggu pengumuman. Harapan saya sebagai kepala sekolah, dari sekian banyak yang masuk kuota tersebut, setidaknya 80 persen dapat diterima di perguruan tinggi negeri pilihan mereka," tambah Sunandar.
Dengan kombinasi sistem ujian yang ketat dan penguatan karakter, SMA Negeri 11 Palembang berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki mentalitas yang jujur dan tangguh. (Indra)

.webp)

