PALEMBANG – Suasana di SMA Negeri 19 Palembang tampak berbeda dari biasanya. Pekik takbir dan selawat terdengar bersahutan, mengawali rangkaian kegiatan religius dan edukatif yang digelar khusus untuk menyambut bulan suci Ramadan 2026. Mulai dari pawai yang meriah hingga bazar kewirausahaan, sekolah ini membuktikan bahwa Ramadan adalah momen tepat untuk mengasah iman sekaligus mentalitas mandiri.
Kepala SMAN 19 Palembang, Hj. Binti Koniaturrohmah, menyatakan bahwa seluruh rangkaian acara ini merupakan upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa yang seimbang antara dunia dan akhirat.
Cahaya Kecil di Tengah Kesibukan
Kegiatan dimulai dengan pawai Ramadan yang diikuti secara antusias oleh seluruh organisasi kesiswaan dan ekstrakurikuler. Tak berhenti di situ, siswa kemudian menyelami makna ibadah melalui Pesantren Ramadan yang berlangsung selama tiga hari, 2 hingga 4 Maret 2026.
Meski durasinya singkat di tengah padatnya persiapan ujian semester, Hj. Binti berharap materi dari para ustaz dan momen khataman Al-Qur’an yang dilaksanakan tetap membekas di hati siswa.
“Tiga hari memang sangat singkat dibanding 365 hari dalam setahun. Namun saya berharap tiga hari itu seperti bintang di langit yang luas—walaupun kecil, tetap memberi cahaya dan keindahan,” tutur Hj. Binti penuh harap.
Belajar Mandiri Melalui Bazar Ramadan
Ada yang unik dalam pelaksanaan tahun ini. SMAN 19 Palembang tidak hanya fokus pada meja tadarus, tapi juga meja dagang. Melalui Bazar Ramadan, setiap kelas ditantang untuk menjadi pengusaha muda. Mereka menjual produk makanan buatan sendiri dan belajar mengelola operasional bisnis secara nyata.
Bahkan, mental profesional siswa diuji dengan keharusan menyusun proposal kerja sama. Hasilnya pun gemilang; sejumlah mitra besar seperti Bank Sumsel, Telkomsel, Maxim, hingga Teh Pucuk turut memberikan dukungan sponsor bagi kreativitas mereka.
Menuju Ujian dengan Hati Tenang
Di hari penutupan, suasana semakin khidmat saat Drs. H. Zainal Bakti, M.Si. menyampaikan materi tentang Nuzulul Quran. Beliau mengajak siswa untuk konsisten mencintai Al-Qur’an, setidaknya satu ayat setiap hari.
Penyesuaian jadwal pun dilakukan mengingat siswa kelas XII akan segera menghadapi ujian akhir pekan depan, disusul oleh kelas X dan XI. Hj. Binti pun berpesan agar para siswi yang sedang berhalangan tetap menjaga toleransi dan menghormati rekan yang berpuasa.
“Harapan kami, anak-anak sukses dalam belajar agama dan juga sukses dalam ilmu dunia. Menjadi generasi yang berhasil dunia dan akhirat,” pungkasnya. (Indra)

.webp)


