PALEMBANG, BUSERNEWS – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan melalui Bidang SMK bergerak cepat memastikan kelancaran penerimaan siswa baru. Bertempat di Palembang, Disdik Sumsel mulai mensosialisasikan Petunjuk Teknis (Juknis) Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027.
Langkah ini diambil guna memastikan proses seleksi berjalan objektif, transparan, dan benar-benar menjaring potensi siswa yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Mitrisno dalam keterangannya menegaskan bahwa skema pendaftaran tahun ini dirancang untuk mengakomodasi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari jalur prestasi hingga perhatian khusus pada warga kurang mampu.
"Fokus utama kami adalah memberikan akses yang adil bagi seluruh calon siswa. Kami menetapkan kuota minimal 15% bagi jalur afirmasi sebagai bentuk komitmen negara dalam memberikan hak pendidikan bagi keluarga ekonomi tidak mampu dan disabilitas," ujar Mitrisno kepada awak media.
Empat Jalur Menuju SMK Negeri
Berdasarkan Juknis terbaru, terdapat empat pintu masuk yang dapat dimanfaatkan masyarakat:
- Jalur Afirmasi : Prioritas bagi keluarga tidak mampu dan disabilitas.
- Jalur Domisili Terdekat : Berdasarkan radius wilayah administrasi sekolah.
- Jalur Prestasi: Bagi murid dengan capaian akademik maupun non-akademik.
- Jalur Tes Bakat Minat: Seleksi khusus berdasarkan kesesuaian bidang keahlian.
Agenda Penting yang Harus Dicatat
Pihak Disdik meminta orang tua dan calon murid untuk disiplin memperhatikan jadwal agar tidak ada hak yang terabaikan:
Tahap I (Afirmasi, Domisili, Prestasi):
Pendaftaran & Verifikasi: 27 Mei – 03 Juni 2026
Pengumuman: 06 Juni 2026
Tahap II (Tes Bakat Minat):
Pendaftaran & Verifikasi: 15 – 18 Juni 2026
Pelaksanaan Tes: 22 – 23 Juni 2026
Pengumuman Akhir: 25 – 30 Juni 2026
Kualitas Lulusan Jadi Prioritas
Lebih lanjut, Lis Parida menjelaskan bahwa pada Tes Bakat Minat, pihak sekolah akan melibatkan dunia usaha, dunia industri, serta asosiasi profesi. Hal ini dilakukan agar siswa yang diterima memang memiliki kompetensi fisik dan mental yang dibutuhkan lapangan kerja.
"Untuk program keahlian tertentu, tes khusus seperti tes buta warna tetap diberlakukan. Ini bukan untuk membatasi, tapi menyesuaikan dengan kebutuhan industri yang nantinya akan menyerap tenaga kerja dari lulusan SMK tersebut," pungkasnya.
Diharapkan dengan sosialisasi yang masif ini, tidak ada lagi keraguan di tengah masyarakat mengenai mekanisme pendaftaran, serta menutup celah bagi praktik-praktik kecurangan dalam penerimaan siswa baru di Sumatera Selatan.
Indra Media Grup

.webp)

