INFO NASIONAL
🚦 Lalu Lintas Palembang: ...
🌤 Cuaca: ...
🌫 Kualitas Udara: ...
🕌 Maghrib: ...
Update: --:--

Sejuknya Silaturahmi: Saat Tokoh Pendidikan Palembang Duduk Lesehan Bersama Anak Yatim


PALEMBANG – Di bawah naungan langit senja Rabu (11/03/2026), kediaman Dr. H. Ahmad Zulinto, S.Pd., M.M. berubah menjadi oase keberkahan. Bukan sekadar pertemuan formal pejabat, acara Iftar bersama yang digelar Ketua PGRI Kota Palembang ini menjadi cermin kerendahan hati para tokoh pendidikan Sumatera Selatan.

Melupakan Jenjang Jabatan demi Kebersamaan

Momen menarik terlihat saat tokoh-tokoh besar seperti Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ir. H.M Affan Prapanca, MT., IPM, dan pakar kesehatan Prof. Dr. dr. H. Yuwono, M.Biomed, membaur dalam suasana yang sangat cair.

Kehadiran Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian (Ketua PGRI Sumsel) dan deretan pimpinan Dewan Pendidikan serta YPLP PGRI, seolah melepas sekat-sekat birokrasi. Mereka duduk berdampingan, berbagi cerita, dan menyimak tausiyah dalam satu harmoni silaturahmi yang hangat.

"Ramadan adalah Jembatan Hati"

Pusat dari kekhusyukan acara ini adalah kehadiran 50 anak yatim dari panti asuhan. Di antara jamaah Masjid Al-Amanah dan seluruh pengurus PGRI, anak-anak ini menjadi tamu VVIP yang mendapatkan perhatian khusus dari tuan rumah.

"Ramadan adalah waktu terbaik untuk mengetuk pintu langit melalui doa anak-anak yatim. Kami ingin pendidikan di Palembang tidak hanya maju secara intelektual, tapi juga berkah secara spiritual," ungkap Ahmad Zulinto penuh haru.

Daftar Tokoh yang Mengisi Kehangatan Iftar:

  • Sektor Birokrasi: Ir. H.M Affan Prapanca, MT., IPM (Kadisdik Palembang).

  • Sektor Organisasi Profesi: Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian (Ketua PGRI Sumsel) & Adrianus Amri, S.STP., M.Si (Wakil Ketua I PGRI Kota).

  • Sektor Akademisi & Dewan Pendidikan: Prof. Dr. dr. H. Yuwono, Drs. H. Lukman Haris, M.Si, serta Drs. H. Yeri Taswin, M.Pd.I.

  • Sektor Yayasan: H. Hasannudin, S.Pd., M.Si (YPLP PGRI).

Menutup Hari dengan Doa

Acara ditutup dengan berbuka puasa sederhana namun sarat makna, dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah. Pertemuan ini meninggalkan pesan kuat: bahwa di tangan para tokoh yang peduli dan religius inilah, masa depan pendidikan di Palembang dititipkan. (Indra)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Baca juga

TEKNO

Ad 1

Hubungi Redaksi
Klik di sini untuk Iklan Anda

Ad 2

Hubungi Redaksi
Klik di sini untuk Iklan Anda
Hubungi Redaksi
Klik di sini untuk Iklan Anda