PALEMBANG – Kegiatan Pesantren Ramadan di SMK Negeri 5 Palembang resmi berakhir pada Jumat (13/3). Penutupan yang berlangsung khidmat di masjid sekolah ini membawa pesan kuat mengenai pentingnya konsistensi perubahan perilaku siswa pasca-Ramadan.
Kepala SMKN 5 Palembang, Bambang Riadi, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan Pesantren Ramadan tidak diukur dari selesainya acara, melainkan dari penerapan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
"Harapan kita, apa yang didapatkan selama lima hari ini betul-betul diaplikasikan. Seperti semangat berbagi kasih melalui takjil dan baksos, itu harus diterapkan terus, bukan hanya saat bulan Ramadan saja," ujar Bambang Riadi di hadapan ratusan siswa.
Bambang juga mengapresiasi kemandirian siswa yang tergabung dalam ekskul Rohis, Teater, dan OSIS. Mereka berhasil menyalurkan 27 paket santunan untuk rekan sesama siswa dan 29 paket untuk panti asuhan atas inisiatif sendiri dengan dukungan Komite Sekolah.
Di dalam isi laporan kegiatannya, Ketua Pelaksana sekaligus Guru PAI SMKN 5 Palembang, Neli Edi, S.Ag., merincikan bahwa sisi teknis ibadah dan akhlak menjadi fokus utama pengajaran. Sesuai dengan tema "Meningkatkan Keimanan dan Ketangguhan Siswa Terhadap Allah SWT", para siswa digembleng agar memiliki pondasi spiritual yang kuat.
"Kami memberikan penekanan khusus pada masalah thaharah (bersuci), adab duduk sebelum sholat, hingga tata cara sholat berjamaah bagi makmum masbuq. Fokus utama kami adalah perbaikan akhlak anak-anak agar menjadi lebih baik dan tangguh dalam menghadapi tantangan ke depan," jelas Neli Edi.
Ia menambahkan bahwa materi yang disampaikan oleh narasumber eksternal mengenai penggalian isi dan manfaat Al-Qur'an diharapkan mampu mengubah cara pandang siswa terhadap kitab suci sebagai pedoman hidup sehari-hari.
Rangkaian acara yang dimulai sejak Senin (9/3) ini ditutup dengan peringatan Nuzulul Qur’an, menandai komitmen keluarga besar SMKN 5 Palembang dalam mencetak generasi yang cerdas secara akademik dan mulia secara karakter. (Indra)




