PALEMBANG, 5 Maret 2026 – Suasana religius nan meriah menyelimuti SMA Negeri 8 Palembang sepanjang pekan ini. Melalui program Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah, sekolah ini berhasil memadukan asah kemampuan religi melalui berbagai lomba dengan aksi nyata kepedulian sosial yang menyentuh hati.
Kegiatan yang dimulai sejak Senin (2/3) ini tidak hanya diisi dengan penyampaian materi di dalam kelas, tetapi juga menjadi panggung kreativitas bagi para siswa. Mushola Bina Ilmi menjadi saksi antusiasme siswa dalam mengikuti Lomba Sambung Ayat Al-Qur’an dan Lomba Nasyid antar kelas. Dalam lomba sambung ayat, ketangkasan hafalan siswa diuji saat melanjutkan potongan ayat yang dibacakan juri, menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat dan islami.
Plt. Kepala SMAN 8 Palembang, H. Muhammad Edwar, M.Pd., mengungkapkan bahwa kemeriahan lomba tersebut merupakan cara sekolah untuk membuat pendidikan karakter terasa menyenangkan bagi siswa.
"Gema Ramadhan tahun ini kami kemas agar siswa merasa dekat dengan agamanya. Ada kegembiraan saat berlomba, ada ketenangan saat mengaji, dan ada kebahagiaan saat berbagi. Semuanya bermuara pada penguatan karakter dan ketaqwaan," ujar Edwar.
Penyiraman Rohani dan Pendalaman Makna
Selain kompetisi, sisi spiritual siswa diperkuat melalui tausiyah berkualitas. Dr. Farezal Zunaidi dari UIN Raden Fatah memberikan wawasan mendalam mengenai sejarah Nuzulul Qur’an, sementara Ustadz Zulfikor membekali siswa dengan pemahaman tentang "Lima Bentuk Hidayah". Materi-materi ini diharapkan menjadi kompas bagi siswa dalam memanfaatkan panca indera dan akal untuk hal-hal positif.
Pembiasaan ibadah juga menjadi rutinitas harian, mulai dari salat Zuhur berjamaah hingga momen kebersamaan dalam buka puasa dan salat Tarawih berjamaah di lingkungan sekolah.
Puncak Berbagi: Mengetuk Pintu Panti Asuhan
Sebagai penutup rangkaian yang manis, pada hari Kamis ini SMAN 8 Palembang bergerak menuju empat panti asuhan di Kota Palembang. Program Bakti Sosial ini menyalurkan bantuan hasil donasi sukarela dari seluruh warga sekolah—guru, staf, dan siswa—tanpa adanya unsur paksaan.
"Melalui bakti sosial ini, kami ingin mengajarkan bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Kami ingin gema Ramadhan di SMAN 8 Palembang tidak hanya terdengar di dalam sekolah, tapi juga dirasakan manfaatnya oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan," tambah H. Muhammad Edwar.
Dengan berakhirnya rangkaian Pesantren Ramadhan ini, SMAN 8 Palembang berharap nilai-nilai kepedulian dan kedisiplinan beribadah yang telah dipraktikkan dapat terus dijaga oleh seluruh siswa dalam kehidupan sehari-hari, melahirkan generasi yang cerdas intelektual dan mulia secara akhlak. (Indra)

.webp)

