PALEMBANG — Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang tergabung dalam Ormas Peduli Pendidikan Sumsel mendatangi Ruang Rapat Pemprov Sumsel pada Kamis (11/6/2026). Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan kritik keras dan tuntutan evaluasi total terkait kondisi pendidikan di Sumatera Selatan saat ini, khususnya mengenai kebijakan mutasi, pengangkatan, dan pemberhentian Kepala SMA/SMK Negeri yang baru saja dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel.
Audiensi dialog tersebut dipimpin langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumsel, Dr. Apriyadi, M.Si, yang mewakili Gubernur Sumatera Selatan.
Bawa 7 Poin Kritikan, Ormas Cium Aroma Konflik Kepentingan
Ketua Ormas Peduli Pendidikan Sumsel, Suparman Roman, menegaskan bahwa kebijakan mutasi kepala sekolah yang baru saja bergulir telah mengundang reaksi negatif dan keresahan di tengah masyarakat. Berdasarkan dokumen "Pointer Dialog (Fokus Materi)" yang dibawa oleh pihak ormas, mereka menyoroti dugaan adanya dominasi tidak sehat dari salah satu oknum pejabat di internal Disdik Sumsel.
"Kami melihat ada dugaan kuat bahwa kebijakan mutasi ini cenderung didasari oleh peran terlalu dominan dari Kepala Bidang (Kabid) Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik Sumsel, Hj. Eka Diani Hartini. Kami menduga ada conflict of interest (konflik kepentingan) berlindung di balik dalih menjalankan tupoksi," ungkap Suparman Roman tegas.
Pihak ormas secara gamblang menyampaikan beberapa poin krusial dalam dialog tersebut, di antaranya:
- Kadisdik Diduga Jadi 'Tameng': Adanya dugaan bahwa Kepala Dinas Pendidikan hanya dijadikan dalih atau tameng oleh Kabid PTK untuk melegitimasi kebijakan sepihak tersebut.
- Pengebiran Fungsi Kabid SMA/SMK: Patut diduga peran dan fungsi Kabid SMA/SMK (Basuni, S.Pd., M.M.) telah dikebiri dan diambil alih oleh Kabid PTK.
- Dugaan Intimidasi & Arogansi: Banyaknya pengaduan mengenai arogansi Kabid PTK, di mana para kepala sekolah dihantui oleh ancaman, intimidasi, serta sanksi pemecatan/pemutasian jika membangkang dari keinginan Kabid PTK.
- Motif Transaksional: Pihak ormas menduga kuat adanya motif transaksional dalam kebijakan-kebijakan yang bersumber dari wewenang Kabid PTK yang menekan para kepala sekolah.
- Kebal Kritik: Kabid PTK dinilai seolah mendapat perlindungan dari pimpinan Disdik, meski sudah beberapa kali mendapat kritik berupa aksi kontrol sosial dari masyarakat.
Jawaban dan Pembelaan Dinas Pendidikan Sumsel
Menanggapi rentetan tudingan serius dari ormas tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., didampingi Sekdin Misral, S.Sn., Kabid SMA Basuni, S.Pd., M.M, serta Kabid PTK Hj. Eka Diani Hartini, memberikan klarifikasinya.
Pihak Disdik membantah adanya unsur subjektivitas dan menegaskan bahwa proses mutasi telah mengikuti semua prosedur normatif. Menurut Hj. Mondyaboni, kebijakan ini telah melibatkan tim badan pertimbangan lintas instansi sesuai dengan Permendikdasmen No. 7 Tahun 2025 yang terdiri dari Sekda (BKD), Dinas Pendidikan, dan Dewan Pendidikan melalui sistem seleksi yang ketat.
Sebagai contoh hasil objektif, Disdik memaparkan pengangkatan Dra. Hj. Ria Wilastri, M.M (mantan Kepsek SMAN 1 Sembawa) sebagai Kepala SMAN 5 Palembang yang baru. Pihak dinas berkilah pemilihan tersebut murni karena prestasi yang bersangkutan sebagai Guru Terbaik dan Terinovatif se-Indonesia serta perannya dalam Forum Pertukaran Pelajar internasional, yang diharapkan mampu mendongkrak mutu SMAN 5 Palembang.
Ormas Akan Terus Kawal Dunia Pendidikan Sumsel
Meski pihak Disdik Sumsel telah memaparkan pembelaannya, Ormas Peduli Pendidikan Sumsel menegaskan tidak akan tinggal diam. Mereka akan terus mengawal jalannya roda pemerintahan di sektor pendidikan agar bersih dari praktik-praktik intimidasi dan transaksional.
Ormas Peduli Pendidikan Sumsel mendesak Pemprov Sumsel, khususnya Asisten I Setda Sumsel Dr. Apriyadi, M.Si., untuk memberikan atensi khusus dan mengevaluasi kinerja serta wewenang Kabid PTK demi menjaga marwah pendidikan di Bumi Sriwijaya agar tetap bersih, transparan, dan berintegritas. (Indra)


.webp)

