PALEMBANG – Titik nol Kota Palembang resmi bersolek. Komandan Korem 044/Gapo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., menghadiri langsung momentum bersejarah peresmian revitalisasi Bundaran Air Mancur (BAM) Cempako Telok Palembang Darussalam, Minggu (15/3/2026).
Ikon baru yang terletak di jantung kota ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dengan disaksikan oleh jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati kawasan tersebut. Kehadiran Ustadz Abdul Somad (UAS) pun menambah kekhidmatan sekaligus antusiasme religius dalam acara tersebut.
Lebih dari Sekadar Infrastruktur
Dalam sambutannya, Wali Kota Ratu Dewa menegaskan bahwa revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan simbol peradaban Melayu Palembang.
"Bundaran air mancur ini adalah cerminan identitas dan kualitas masyarakat kita. Desain utama berbentuk bunga memiliki makna mendalam, melambangkan keharuman akhlak," ujar Ratu Dewa. Ia berharap, sebagai kota tertua di Indonesia, Landmark Cempako Telok ini menjadi kebanggaan baru bagi Sumatera Selatan.
Dukungan Penuh TNI terhadap Identitas Budaya
Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pemerintah kota dalam mempercantik wajah Palembang tanpa meninggalkan akar budaya.
Menurut Danrem, keberadaan ruang publik yang estetis dan sarat makna seperti ini sangat penting untuk mempererat kebersamaan warga.
"Revitalisasi ini adalah langkah positif. Selain memperindah kota, ini adalah upaya nyata memperkuat identitas budaya daerah. Kami berharap ikon Palembang Darussalam ini menjadi destinasi wisata baru yang memberikan dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi masyarakat," ungkap Brigjen TNI Khabib Mahfud.
Magnet Wisata Baru
Wajah baru Bundaran Air Mancur kini tampil lebih modern namun tetap kental dengan nuansa religius dan kultural. Dengan peresmian ini, kawasan titik nol diprediksi akan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Bumi Sriwijaya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Abdul Somad, menandai dimulainya babak baru estetika kota yang lebih religius dan berbudaya.
(Penulis : Indra)




.png)