PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan (Sumsel) bergerak cepat memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 1447 H. Memasuki hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, Sabtu (14/3/2026), Kepolisian Daerah Sumatera Selatan resmi menerapkan skenario khusus untuk mengurai potensi "simpul mati" kemacetan di sepanjang jalur Lintas Sumatera.
Langkah strategis ini diambil guna memberikan kenyamanan maksimal bagi pemudik sekaligus menjaga stabilitas distribusi logistik di wilayah Bumi Sriwijaya.
1. Filtrasi Kendaraan Berat di Perbatasan Jambi
Salah satu "jurus" utama yang diterapkan adalah kebijakan pengantongan kendaraan bersumbu tiga ke atas. Penindakan dilakukan secara humanis di Pos Lantas Sumarlin KM 225, Kabupaten Musi Banyuasin, yang merupakan titik krusial perbatasan Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi.
"Kami memisahkan kendaraan logistik bermuatan besar dari arus utama kendaraan pribadi. Tujuannya jelas: memperluas ruang gerak pemudik dan menekan risiko kecelakaan fatal di jalur lintas," tegas Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho.
2. Aktivasi Tim Urai Macet (Quick Response)
Tidak hanya mengandalkan pos statis, Polda Sumsel mengerahkan Tim Urai Macet yang bersifat mobil. Tim gabungan dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) dan Direktorat Samapta (Ditsamapta) ini disiagakan penuh di kawasan Timbangan KM 12 Banyuasin.
Tim ini dibekali kemampuan rekayasa lalu lintas cepat dan patroli sepeda motor untuk menembus titik kepadatan, sehingga jika terjadi kendala mesin atau penyempitan jalur, petugas dapat langsung melakukan tindakan di lokasi dalam hitungan menit.
3. Optimalisasi Empat Pos Penyangga di Lubuk Linggau
Selain jalur timur, jalur tengah melalui Lubuk Linggau juga menjadi atensi serius. Polda Sumsel mengoptimalkan empat pos strategis sebagai benteng pengamanan dan pelayanan:
- Pos Pelayanan Stasiun: Fokus pada keamanan pemudik moda transportasi kereta api.
- Pos Terpadu Lippo: Pusat koordinasi di jantung kota.
- Pos Pengamanan Simpang Periuk & Pos Pengamanan Petanang: Mengawal arus keluar-masuk kendaraan antarprovinsi.
4. Evaluasi Real-Time berbasis Data
Satgas Operasi Ketupat Musi 2026 melakukan analisis dan evaluasi (Anev) secara berkala terhadap setiap pergerakan volume kendaraan. Dengan data yang diperbarui setiap jam, penempatan personel dapat disesuaikan secara dinamis mengikuti tren kepadatan arus.
"Komitmen kami adalah menghadirkan mudik yang aman, tertib, dan lancar. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi jalur mudik melalui kanal resmi Polda Sumsel dan mengutamakan keselamatan di atas kecepatan," tambah Irjen Pol Sandi Nugroho.
Melalui sinergi lintas satuan ini, Polda Sumsel optimistis arus mudik tahun ini akan berjalan lebih kondusif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
(Penulis : Indra)




