PALEMBANG (25/2/2026) – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen), Prof. Atip Latipulhidayat, SH., LL.M., Ph.D, meresmikan secara simbolis hasil revitalisasi satuan pendidikan se-Kota Palembang. Acara peresmian dipusatkan di SMAN 21 Palembang pada Rabu (25/2) sebagai tonggak perwujudan sekolah yang aman, nyaman, dan bermutu bagi para siswa.
Dalam kunjungannya, Prof. Atip mengungkapkan bahwa revitalisasi ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mengejar ketertinggalan fasilitas pendidikan yang di banyak titik hampir tidak tersentuh perbaikan selama tiga dekade terakhir.
Efisiensi Anggaran dan Skema Swakelola
Wamen Dikdasmen memaparkan keberhasilan skema swakelola yang mampu menghemat anggaran negara hingga Rp16,9 Triliun. Efisiensi ini berdampak besar pada volume pengerjaan nasional, di mana target awal 13.400 sekolah berhasil ditingkatkan menjadi 16.150 sekolah dalam waktu singkat (4-5 bulan).
"Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum memiliki beban kerja yang besar, sehingga skema swakelola di sekolah menjadi solusi efektif. Selain mempercepat pencapaian, cara ini menumbuhkan sense of responsibility dari pihak sekolah dan menghidupkan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja serta material daerah," ujar Prof. Atip.
Teguran Mengenai Akurasi Data Dapodik
Di sela sambutannya yang bertepatan dengan momen Ramadan, Prof. Atip memberikan pesan tegas mengenai integritas data. Ia menyoroti fenomena laporan "palsu" pada aplikasi Dapodik yang seringkali mengategorikan bangunan rusak sebagai bangunan baik demi mengejar status akreditasi.
"Jangan sampai dusta menjadi pangkal tidak dapatnya renovasi. Akurasi data Dapodik sangat krusial. Saya minta Bapak Walikota dan Kepala Dinas memastikan operator bekerja jujur. Integritas dan kejujuran adalah fondasi utama pendidikan," tegasnya.
Harapan untuk Pendidikan di Palembang
Menutup arahannya, Prof. Atip meminta pemerintah daerah, mulai dari Gubernur hingga Walikota, untuk bersama-sama mengawasi penggunaan anggaran pendidikan. Ia mengingatkan bahwa dana revitalisasi adalah amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat.
"Pemerintah ingin segera menuntaskan perbaikan sekolah. Dari rencana awal 11.000, Bapak Presiden menginstruksikan peningkatan hingga 71.000 satuan pendidikan secara nasional. Kita jangan mengecewakan niat baik ini," tambahnya.
Kehadiran Tokoh dan Pejabat:
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya:
* Zulkarnain, SE., MM (Asisten 3 Bidang Administrasi dan Umum Setda Pemprov Sumsel)
* Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd. (Kadisdik Provinsi Sumsel)
* Drs. H. Ratu Dewa, M.Si (Walikota Palembang)
* Para Kepala Sekolah, guru, dan pengawas sekolah se-Kota Palembang.
Peresmian diakhiri dengan apresiasi Wamen terhadap prestasi non-akademik siswa SMAN 21 Palembang, termasuk penampilan tim drum band dan tari tradisional yang dinilainya sangat memukau. (Indra)

.webp)


