INFO NASIONAL
🚦 Lalu Lintas Palembang: ...
🌤 Cuaca: ...
🌫 Kualitas Udara: ...
🕌 Maghrib: ...
Update: --:--

Gelar Pesantren Ramadhan 1447 H, SMKN 8 Palembang Ajak Siswa Jadi Generasi "Berkemajuan"


PALEMBANG – Suasana religius menyelimuti SMK Negeri 8 Palembang seiring dibukanya kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H pada Selasa (24/2/2026). Sebanyak 1.600 siswa-siswi berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang guna memperkuat karakter islami, kecerdasan, dan semangat berkemajuan.

Plt. Kepala SMKN 8 Palembang, Defriyani Yuda Putri, S.T., M.Si., dalam sambutannya memberikan pesan menyentuh mengenai pentingnya menjaga lisan dan konsistensi ibadah. Beliau menekankan bahwa menjadi pribadi yang islami harus dimulai dari hal terkecil, yaitu tutur kata.

"Kalian harus sudah bisa membedakan mana yang pantas diucapkan, mana yang tidak. Kira-kira ucapan itu akan menyakiti kawan kalian atau orang lain, lebih baik tidak bicara. Siap menjadi pribadi islami yang tangguh?" ujar Defriyani yang dijawab serentak oleh para siswa.

Lebih lanjut, beliau membedah makna "Berkemajuan" yang menjadi tema besar tahun ini. Menurutnya, berkemajuan berarti ada peningkatan kualitas ibadah dari hari ke hari.

"Berkemajuan artinya apa? Kalau hari ini shalatnya masih bolong-bolong, mulai besok tidak lagi. Kalau hari ini hanya Subuh dan Maghrib, besok harus lengkap. Kalau malah berkurang, itu namanya kemunduran. Jangan puasa tapi tidak shalat. Ibarat rumah, ada atap tapi tidak ada tiang, tidak akan tegak," tegasnya mengingatkan.

Semangat Kompetisi dan Religi

Setelah prosesi pembukaan, suasana sekolah langsung hidup dengan berbagai perlombaan islami yang kompetitif. Para siswa berkompetisi dalam cabang:

 * Lomba Adzan dan Tartil Al-Qur'an

 * Lomba Cerdas Cermat (LCC) Islam

 * Pemilihan Da'i dan Da'iyah

 * Hafalan Juz 30

Kegiatan intensif selama tiga hari ini akan mencapai puncaknya pada hari Kamis mendatang melalui agenda Tabligh Akbar bersama Ustadz Luberiadi. Melalui pesantren ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi benar-benar merasakan transformasi diri, dari yang tadinya malas saat sahur dan puasa, menjadi penuh semangat sebagai wujud generasi yang berkemajuan. (Indra) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Baca juga

TEKNO

Ad 2

Hubungi Redaksi
Klik di sini untuk Iklan Anda
Hubungi Redaksi
Klik di sini untuk Iklan Anda